Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 07/08/2026 — PT Unilever Indonesia Tbk meraih penghargaan Best Emiten kategori Capital Market pada ESG Award 2026 yang diselenggarakan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI).
- Unilever Indonesia meraih Best Emiten Capital Market ESG Award 2026
- Penghargaan kedua kali setelah 2023
- Diterima Nurdiana Darus di Jakarta, Kamis (6/8)
- Capaian lingkungan: >80.000 ton plastik diproses 2025
- Capaian sosial: 43,2% posisi manajerial senior perempuan
- Tata kelola: Predikat Leadership 8 tahun berturut-turut
Penghargaan diterima oleh Direktur Communications, Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia, Nurdiana Darus, pada malam penganugerahan di Jakarta, Kamis (6/8).
“Kami bersyukur atas penghargaan Best Emiten yang kami terima untuk kedua kalinya setelah sebelumnya meraih penghargaan serupa pada 2023. Pengakuan ini mencerminkan upaya kami untuk terus menghadirkan kinerja yang bertanggung jawab, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta penguatan ekosistem investasi berbasis ESG di Indonesia,” kata Nurdiana, Jumat, 07/08/2026.
Capaian di Bidang Lingkungan
Sepanjang 2025 Unilever Indonesia berhasil mengumpulkan dan memproses lebih dari 80.000 ton sampah plastik, melebihi jumlah plastik yang digunakan dalam kemasan produk yang dijual periode yang sama.
Melalui jaringan lebih dari 5.000 bank sampah di 50 kota dan kabupaten serta hampir 2.900 gerai isi ulang, perusahaan memanfaatkan 3.044 ton plastik daur ulang pasca-konsumsi (PCR) dalam kemasan produk. Upaya itu mendukung penurunan penggunaan plastik baru sebesar 20% dibandingkan tahun dasar 2019.
Capaian di Bidang Sosial dan Tata Kelola
Pada aspek sosial, 43,2% posisi manajerial senior saat ini ditempati oleh perempuan. Perusahaan mencatat nol kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian. Seluruh pabrik telah menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH) dan 87% produk makanan memenuhi Highest Nutrition Standards (HNS) berbasis standar WHO.
Pengelolaan ESG berada di bawah pengawasan Direksi, Business Integrity Committee, serta Central Safety, Health and Environmental Committee. Tata kelola kuat itu mengantarkan Unilever mempertahankan predikat Leadership in Corporate Governance delapan tahun berturut-turut dengan skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) 111,13.
Perusahaan juga mencatat S&P Global ESG Score 52, IDX ESG Score 18,21, serta mempertahankan peringkat PROPER Biru untuk seluruh fasilitas produksi tiga tahun berturut-turut.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi dan konsistensi dalam menjalankan komitmen keberlanjutan dapat menciptakan dampak yang berarti, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Nurdiana.
Ke depan Unilever Indonesia akan terus memperkuat upaya menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.







