InternasionalBisnis

Foto Catatan Menkeu AS Ungkap Rencana Beli Yen Jepang US$5-10 Miliar

Avatar of Sulsel Times
0
×

Foto Catatan Menkeu AS Ungkap Rencana Beli Yen Jepang US$5-10 Miliar

Sebarkan artikel ini
Foto Catatan Menkeu AS Ungkap Rencana Beli Yen Jepang US$5-10 Miliar
Foto Catatan Menkeu AS Ungkap Rencana Beli Yen Jepang US$5-10 Miliar
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 02/08/2026 — Foto catatan Menteri Keuangan AS Scott Bessent saat rapat kabinet di Camp David memperlihatkan rencana pembelian yen Jepang senilai US$5-10 miliar.

Ringkasnya…
  • Catatan Bessent terlihat 'Buy Japanese Yen (JPY) $5-10 bil'
  • Foto diambil saat rapat kabinet Trump di Camp David
  • Reuters melaporkan AS memberi tahu bank soal potensi intervensi
  • Jepang baru saja intervensi menopang yen
  • Intervensi AS untuk yen terakhir terjadi 2011
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Foto yang diambil Reuters dari belakang bahu Bessent selama sesi rapat yang terbuka untuk media memperlihatkan buku catatan dengan tulisan “To Do” yang digarisbawahi. Di bawahnya tertulis “Buy Japanese Yen (JPY) $5-10 bil”.

Scroll Kebawah
Advertisement

Kartu nama Scott Bessent sebagai Menteri Keuangan terlihat jelas di atas buku catatan tersebut, menguatkan dugaan catatan itu miliknya. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Departemen Keuangan AS terkait maksud catatan tersebut.

Menurut Reuters, Minggu, 02/08/2026, laporan mengenai potensi intervensi AS sudah beredar sejak Jumat pagi. Departemen Keuangan AS据称 telah memberitahukan sejumlah bank bahwa pemerintah mungkin akan melakukan intervensi di pasar yen pada hari yang sama.

Kebetulan, pemerintah Jepang pada Jumat pagi waktu Tokyo juga melakukan intervensi untuk menopang nilai tukar yen yang mengalami tekanan terhadap dolar AS. Langkah Tokyo memicu penguatan signifikan mata uang Jepang dalam perdagangan pagi hari.

Langka Terjadi Sejak 2011

Jika benar Washington masuk ke pasar untuk membeli yen, langkah itu akan menjadi intervensi langsung AS untuk memperkuat yen pertama kali sejak 2011. Saat itu AS bergabung dengan negara-negara G7 dalam aksi terkoordinasi pasca gempa bumi dan tsunami yang melanda Jepang.

Sejak saat itu AS tidak pernah lagi tercatat melakukan intervensi langsung untuk menopang mata uang Jepang. Pelaku pasar memantau perkembangan lebih lanjut mengingat langkah semacam ini sangat jarang dilakukan.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *