Sulseltimes.com, Makassar, Minggu, 2 Agustus 2026 — Warga RW 09 Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, memperbaiki sisi jalan lingkungan secara swadaya setelah akses yang sempit dinilai membahayakan kendaraan, sekaligus meminta Wali Kota Makassar memberi perhatian serius terhadap jalan dan drainase di kawasan tersebut.
- Warga RW 09 Barombong menimbun dan mengecor sisi jalan secara swadaya
- Perbaikan dilakukan agar kendaraan lebih aman saat berpapasan
- Kegiatan dipimpin Ketua RW 09 Muhamad Rasyid bersama RT dan tokoh masyarakat
- Jumlah penduduk di kawasan tersebut terus bertambah
- Wali Kota Makassar diminta memprioritaskan jalan lingkungan dan drainase
Perbaikan dilakukan melalui kerja bakti yang melibatkan Ketua RW 09 Muhamad Rasyid, para ketua RT, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Mereka menimbun bagian tepi jalan sebelum melakukan pengecoran agar ruang yang tersedia dapat digunakan kendaraan ketika berpapasan.
Langkah tersebut diambil karena lebar jalan yang terbatas selama ini dinilai menimbulkan risiko bagi pengendara, terutama ketika dua mobil datang dari arah berlawanan.
Muhamad Rasyid menegaskan pekerjaan tersebut bukan pembangunan jalan baru maupun pelebaran badan jalan secara menyeluruh.
“Yang kami lakukan ini bukan pelebaran jalan, tetapi penambalan di sisi kanan jalan. Kami timbun lalu dicor agar jalannya lebih luas dan lebih aman dilalui kendaraan,” kata Muhamad Rasyid dalam keterangannya.
Jalan Sempit Dinilai Membahayakan Pengendara

Menurut Rasyid, kondisi jalan lingkungan di wilayah RW 09 belum sebanding dengan pertumbuhan permukiman dan peningkatan jumlah kendaraan.
Jalan yang sempit membuat pengendara harus memperlambat kendaraan atau berhenti ketika berpapasan.
Kondisi tersebut dinilai semakin berisiko ketika lalu lintas lingkungan meningkat pada waktu warga berangkat dan pulang beraktivitas.
“Selama ini jalannya sempit, sehingga rawan saat bertemu mobil dari arah berlawanan. Makanya kami lakukan penambalan di sisi jalan,” ujarnya.
Perbaikan sisi jalan kemudian dipilih sebagai langkah sementara agar akses warga menjadi lebih aman dan tidak menghambat mobilitas di dalam kawasan permukiman.
Seluruh kebutuhan pekerjaan berasal dari partisipasi masyarakat tanpa mengandalkan anggaran pemerintah.
Warga memberikan bantuan dalam bentuk dana, material, tenaga, dan dukungan selama pelaksanaan kerja bakti.
“Semuanya hasil kontribusi dan gotong royong warga, RT, serta tokoh masyarakat. Ini murni untuk kepentingan bersama,” ungkap Rasyid.
Swadaya Warga Menjadi Sorotan bagi Pemkot Makassar
Gotong royong warga menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggalnya.
Namun, perbaikan secara swadaya juga memperlihatkan adanya kebutuhan infrastruktur dasar yang perlu segera mendapat perhatian Pemerintah Kota Makassar.
Warga berharap perbaikan yang dilakukan tidak berhenti sebagai solusi sementara.
Mereka meminta pemerintah melakukan penanganan yang lebih terencana terhadap jalan sempit, drainase, dan lorong permukiman di wilayah Barombong.
Rasyid mengatakan jumlah penduduk di RW 09 terus meningkat dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data lingkungan yang disampaikannya, lebih dari 2.000 warga baru telah tercatat bermukim di kawasan tersebut.
Pertambahan penduduk itu dinilai harus diikuti peningkatan kapasitas jalan, saluran air, dan fasilitas dasar lainnya.
“Pertumbuhan penduduk di sini cukup pesat. Sekarang saja sudah tercatat lebih dari 2.000 warga baru. Karena itu, infrastruktur juga harus mengikuti perkembangan wilayah,” katanya.
Kepadatan penduduk tanpa peningkatan infrastruktur berpotensi menambah beban jalan lingkungan dan memperbesar persoalan genangan apabila kondisi drainase tidak segera dibenahi.
Wali Kota Makassar Diminta Prioritaskan Jalan dan Drainase
Rasyid berharap Wali Kota Makassar bersama perangkat daerah terkait turun melihat langsung kondisi permukiman di RW 09 Kelurahan Barombong.
Menurutnya, kebijakan pembangunan kota perlu menyentuh kebutuhan harian masyarakat di tingkat kelurahan, termasuk akses jalan yang aman dan saluran drainase yang berfungsi baik.
Ia menilai penanganan persoalan perkotaan sebaiknya tidak hanya terpusat pada satu isu.
Infrastruktur permukiman juga perlu mendapat porsi perhatian karena berkaitan langsung dengan keselamatan, mobilitas, dan kenyamanan warga.
“Kami berharap pemerintah tidak hanya fokus pada persoalan sampah. Infrastruktur seperti drainase, jalan-jalan sempit, dan lorong-lorong juga perlu menjadi prioritas karena langsung dirasakan masyarakat setiap hari,” tuturnya.
Warga juga berharap pemerintah dapat memetakan kawasan yang mengalami pertumbuhan penduduk pesat agar pembangunan infrastruktur tidak tertinggal dibanding perkembangan permukiman.
Penanganan jalan lingkungan dan drainase dinilai penting untuk mencegah persoalan yang lebih besar, termasuk kemacetan di dalam permukiman, kecelakaan kendaraan, dan genangan saat hujan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari Pemerintah Kota Makassar mengenai usulan perbaikan jalan dan drainase yang disampaikan warga RW 09 Kelurahan Barombong.
Warga berharap kerja bakti yang mereka lakukan dapat menjadi perhatian Wali Kota Makassar dan ditindaklanjuti melalui program pembangunan yang terukur serta berkelanjutan.















