Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 31/07/2026 — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI telah memperdagangkan 8,06 ton emas melalui layanan bullion bank dengan nasabah melebihi 1,3 juta per Juni 2026.
- BSI perdagangkan 8,06 ton emas lewat bullion bank
- Nasabah emas tembus 1,3 juta per Juni 2026 naik 700 persen yoy
- Fee-based income bisnis emas tumbuh 712 persen yoy
- Akses investasi mulai Rp 50 ribu lewat aplikasi BYOND
- Outstanding gadai dan cicil emas capai Rp 30,5 triliun per Juni 2026
Pertumbuhan Nasabah dan Pendapatan Melonjak
Jumlah nasabah bank emas meningkat 700 persen year on year.
Pertumbuhan itu mendorong fee-based income bisnis emas naik 712 persen year on year.
“Melalui layanan bullion, kami ingin menghadirkan investasi emas yang semakin mudah, aman, dan terjangkau, sehingga masyarakat dapat mulai langkah emasnya dalam membangun aset jangka panjang,” kata Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho, Rabu, 29/07/2026.
Kinerja positif itu menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Momentum semakin menguat sejak perseroan mendapat izin pelaksanaan bank emas.
Akses Investasi Emas Lebih Inklusif
Kemudahan akses menjadi faktor utama meningkatnya minat masyarakat.
Melalui aplikasi BYOND by BSI, masyarakat dapat mulai memiliki emas dari Rp 50 ribu.
Transaksi pembelian dan penjualan bisa dilakukan real-time 24 jam 7 hari seminggu.
Transformasi digital memperluas akses investasi tanpa harus datang ke kantor cabang.
BSI juga mempercepat penetrasi emas fisik melalui BSI Gold.
BSI Gold hadir di toko emas resmi rekanan di sentra emas nasional.
Kehadiran itu menjadi langkah awal perluasan jaringan distribusi ke berbagai wilayah.
Ekosistem Emas Lengkap Dorong Inklusi Keuangan
Pertumbuhan bisnis bullion memperkuat posisi BSI sebagai bank dengan ekosistem emas syariah nasional.
Bisnis ini menjadi sumber pertumbuhan pendapatan berbasis fee yang signifikan.
Layanan bullion melengkapi ekosistem yang sudah ada seperti cicil emas dan gadai emas.
Secara total outstanding gadai emas dan cicil emas mencapai Rp 30,5 triliun per Juni 2026.
Nilai itu tumbuh 80,50 persen.
Hingga Juli 2026 kontribusi bisnis emas mendorong fee-based income sekitar Rp 2,10 triliun.
Jumlah itu naik 100 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Perseroan optimistis prospek bisnis emas akan terus menguat.
Hal itu didorong kesadaran masyarakat untuk diversifikasi investasi dan lindungi nilai kekayaan.
Dengan ekosistem bullion yang lengkap, perseroan menargetkan bisnis emas jadi mesin pertumbuhan utama sekaligus memperkuat inklusi keuangan syariah di Indonesia.







