Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 22/07/2026 — Seorang wanita di Jepang ditangkap polisi karena diduga menjahit bibir teman serumahnya, menyebabkan korban mengalami luka serius hingga tidak bisa berbicara atau makan.
- Masae Sakurai (49) ditangkap untuk penyerangan
- Korban mengalami luka dan harus menulis untuk berkomunikasi
- Korban berusia 42 tahun dan tinggal dengan Sakurai
- Insiden pada 29 Juni di Koga, Ibaraki
- Korban melarikan diri sehari setelah kejadian
Penangkapan di Prefektur Ibaraki
Wanita bernama Masae Sakurai (49) ditangkap di Kota Koga, Prefektur Ibaraki, karena diduga menyerang teman serumahnya yang berusia 42 tahun.
Sakurai menggunakan jarum dan benang untuk menjahit bibir korban pada 29 Juni, menyebabkan luka yang membuat korban kesulitan berbicara dan makan.
Penangkapan dilakukan pada Senin, dan polisi masih menyelidiki motif penyerangan serta hubungan antara tersangka dan korban.
Pelarian Korban dan Bantuan Toko
Korban berhasil melarikan diri dari rumah pada keesokan harinya saat Sakurai tidak ada di lokasi.
Dengan mengenakan masker, korban mendatangi toko terdekat dan menyerahkan secarik kertas bertuliskan “Tolong bantu saya” karena tidak mampu berbicara.
“Saya takut pada Sakurai, jadi saya tidak bisa langsung melarikan diri,” kata korban kepada penyidik, seperti dilansir Japan Today.
Investigasi Lanjutan dan Kemungkinan Saksi
Menurut Kyodo News, Sakurai dan korban telah tinggal bersama di rumah Sakurai sejak sekitar April 2025.
Polisi mengungkapkan ada beberapa orang lain yang turut tinggal di rumah tersebut dan sedang dimintai keterangan.
The Straits Times melaporkan bahwa Sakurai kerap memberikan tempat tinggal kepada orang-orang yang meninggalkan rumah mereka.
Hingga kini, polisi belum mengungkap apakah Sakurai mengakui tuduhan tersebut, dan kasus ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.















