Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 17/07/2026 — Realme dipastikan menghentikan pengembangan antarmuka Realme UI.
Seluruh ponsel baru Realme akan langsung menggunakan ColorOS, sistem operasi yang dikembangkan oleh Oppo.
- Realme hentikan pengembangan Realme UI
- ColorOS 17 jadi sistem operasi baru untuk seluruh ponsel
- Realme melalui Weibo, Krisva Angnieszca PR Manager
- Pasar global termasuk Indonesia
- Transisi mulus, efisiensi pengembangan perangkat lunak
Konfirmasi ini disampaikan Realme melalui situs Weibo pada Kamis, setelah sebelumnya muncul laporan perusahaan akan menyatukan platform perangkat lunaknya dengan Oppo.
Realme mengatakan seluruh ponsel baru yang meluncur mendatang akan langsung menjalankan ColorOS 17.
Perangkat Realme yang masih memenuhi syarat untuk menerima pembaruan perangkat lunak juga akan diperbarui ke ColorOS.
Transisi ke ColorOS
“Bagi pengguna Realme, transisi ini diperkirakan berlangsung mulus karena selama bertahun-tahun Realme UI sudah banyak mengadopsi elemen dari ColorOS.
Dengan demikian, perubahan ini lebih menyerupai pergantian identitas dibanding perombakan besar,” tulis Realme, dikutip KompasTekno dari Times of India, Jumat (17/7/2026).
Realme UI pertama kali diperkenalkan pada awal 2020 sebagai antarmuka Android khusus untuk smartphone Realme.
Meski memiliki identitas sendiri, tampilannya selama ini memang dikenal memiliki banyak kemiripan dengan ColorOS karena kedua merek berada di bawah grup perusahaan yang sama.
Strategi Oppo Satukan Platform
Penghentian Realme UI juga menjadi bagian dari strategi Oppo menyatukan platform perangkat lunak di berbagai mereknya.
Sebelumnya, OnePlus juga telah mengumumkan akan menghentikan pengembangan OxygenOS dan beralih menggunakan ColorOS mulai Android 17.
Menurut sejumlah laporan industri, mempertahankan beberapa antarmuka Android secara terpisah membutuhkan biaya yang besar.
Masing-masing UI memerlukan tim pengembang, proses pengujian, hingga jadwal pembaruan yang berbeda.
Dengan menyatukan sistem operasi, Oppo dapat menyederhanakan pengembangan perangkat lunak sekaligus mempercepat distribusi pembaruan.
Operasional di Indonesia Tetap Normal
Di saat yang sama, Realme juga menegaskan bahwa operasional perusahaan di pasar di luar China, termasuk di Indonesia, tidak mengalami perubahan.
Dalam konferensi distributor paruh kedua 2026 di Hong Kong, Vice President sekaligus Chief Marketing Officer (CMO) Realme, Chase Xu, mengatakan distribusi, struktur organisasi, jumlah karyawan, maupun model bisnis perusahaan tetap berjalan seperti biasa.
“Operasional Realme di Indonesia tetap sama seperti biasanya,” ujar Krisva Angnieszca, Public Relations Manager Realme Indonesia, Jumat (17/7/2026).







