Sulseltimes.com, Makassar, Rabu, 15/07/2026 — Program Multiyears Project (MYP) pembangunan jalan senilai Rp2,5 triliun sepanjang 1.400 kilometer yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dinilai sebagai langkah tepat dan berani oleh Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas).
- MYP jalan Rp2,5 triliun sepanjang 1.400 km
- Enam paket konstruksi, 100 ruas, 24 wilayah
- Prof Wahyu Haryadi Piarah (Unhas), Pemprov Sulsel
- Makassar, Rabu 15 Juli 2026
- Akses logistik meningkat, wilayah tertinggal berkembang
Apresiasi Pakar Infrastruktur
Prof Wahyu Haryadi Piarah menilai program tersebut merupakan langkah yang tepat dan berani.
“Sebagai orang yang menekuni bidang infrastruktur, saya melihat proyek 1.400 km ini sebagai langkah yang tepat dan berani,” kata Prof Wahyu, Rabu, 15/07/2026.
Program yang didanai APBD ini mencakup penanganan sekitar 1.400 kilometer jalan pada sekitar 100 ruas provinsi di 24 kabupaten/kota selama periode 2025-2027.
Pekerjaan meliputi pengaspalan, pengecoran beton, pembangunan drainase, talud, box culvert, hingga preservasi jalan pada sejumlah ruas strategis.
Strategi Enam Paket Pekerjaan
Pembagian proyek ke dalam enam paket dinilai menjadi strategi yang efektif karena memungkinkan pekerjaan berlangsung paralel di banyak titik.
Skema multiyears contract juga memberi kepastian pendanaan dan waktu kerja sehingga kualitas konstruksi tetap terjaga.
“Skema ini secara teknis paling masuk akal untuk proyek sebesar ini. Kontraktor memiliki kepastian pendanaan dan waktu kerja sehingga kualitas konstruksi tidak dikorbankan hanya untuk mengejar tahun anggaran,” ujarnya.
Manfaat bagi Masyarakat dan Wilayah
Menurut Prof Wahyu, akses jalan yang lebih baik akan memangkas biaya logistik dan mempercepat mobilitas masyarakat serta distribusi barang.
Dampak tersebut juga dinilai membuka peluang berkembangnya wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
“Ketika jalan tersambung dengan baik, waktu tempuh akan berkurang, biaya distribusi turun, dan wilayah-wilayah yang sebelumnya tertinggal memiliki peluang yang sama untuk berkembang,” ucapnya.
Manfaat pembangunan akan dirasakan petani, pelaku UMKM, pedagang, hingga masyarakat yang membutuhkan akses menuju layanan kesehatan dan pendidikan.
Kondisi jalan yang semakin baik juga diyakini dapat menekan biaya operasional kendaraan.
Dampak Sementara dan Harapan
Prof Wahyu mengakui proses konstruksi jalan sepanjang 1.400 kilometer akan menimbulkan dampak sementara berupa kemacetan, debu, dan perubahan arus lalu lintas.
Karena itu, dia mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan proyek hingga selesai sesuai target.
“Saya mengajak masyarakat untuk bersabar karena gangguan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari proses membangun infrastruktur yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang. Setiap hari pekerjaan berjalan lancar berarti kita semakin dekat pada jalan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Prof Wahyu juga menekankan keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan kualitas konstruksi, tetapi juga konsistensi pemerintah menjaga transparansi progres pekerjaan serta komunikasi dengan masyarakat terdampak.
Dia optimistis MYP jalan akan menjadi salah satu program infrastruktur daerah yang paling berdampak apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana.
“Kalau itu berjalan baik, saya yakin proyek ini akan menjadi salah satu pencapaian infrastruktur paling berdampak dalam sejarah pembangunan Sulawesi Selatan,” ucapnya.












