Sulseltimes.com, Makassar, Sabtu, 11/07/2026 — Dokter kecantikan dr. Ayu Kusumaningrum menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah diduga melakukan body shaming terhadap selebgram Amanda Zahra. Permintaan maaf itu muncul setelah unggahan Amanda di media sosial viral dan memicu kritik luas dari warganet.
- Permintaan maaf dr. Ayu Kusumaningrum
- Body shaming terhadap Amanda Zahra
- Viral di media sosial
- Sabtu, 11/07/2026
- Dampak etika profesi dokter
Permintaan Maaf Disampaikan Melalui Video
Seorang perempuan yang mengaku sebagai dokter tersebut memperkenalkan diri sebagai dr. Ayu Kusumaningrum. Permintaan maaf disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram @ayukusumaningrum.
Dalam video tersebut, dr. Ayu menyampaikan permohonan maaf kepada Amanda Zahra, keluarga, rekan sejawat, tempatnya bekerja, serta masyarakat yang terdampak oleh unggahan yang dibuatnya.
“Saya, dr. Ayu Kusumaningrum, ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan keresahan yang telah saya timbulkan melalui unggahan dan komentar yang saya tuliskan di media sosial kepada Saudari Amanda Zahra,” kata dr. Ayu, Sabtu, 11/07/2026.
Pengakuan Atas Kesalahan
Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa unggahan tersebut dibuat berdasarkan asumsi dan luapan emosi pribadi. Ia juga menyadari tindakannya telah menimbulkan kegaduhan hingga menjadi konsumsi publik serta berdampak pada pihak-pihak yang sebenarnya tidak terkait.
“Saya mengakui bahwa seluruh pernyataan, termasuk kata-kata kasar maupun ujaran kebencian yang merendahkan penampilan perempuan lain maupun perempuan yang menjalani perawatan kecantikan, semua ini didasari oleh asumsi dan emosi saya pribadi,” ujarnya.
Lebih lanjut, dr. Ayu menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan tanggung jawab pribadinya dan tidak mewakili profesi kedokteran, organisasi profesi, maupun tempatnya bekerja.
“Seluruh tindakan tersebut saya lakukan atas kesadaran saya sendiri dan sama sekali tidak mewakili maupun berkaitan dengan nilai-nilai profesi kedokteran, tempat saya bekerja, organisasi profesi, maupun pihak lain mana pun,” tegasnya.
Ia juga mengakui bahwa tindakannya tidak sejalan dengan kode etik profesi dokter. Ia menyatakan siap menerima segala konsekuensi, baik secara hukum maupun sosial.
“Saya memahami bahwa apa yang saya lakukan sangat, sangat, sangat tidak pantas dan tidak sesuai dengan kode etik serta nilai-nilai yang harus saya junjung sebagai seorang dokter. Oleh karena itu, saya menerima bahwa seluruh konsekuensi atas tindakan tersebut merupakan tanggung jawab saya secara pribadi,” ungkapnya.
Dr. Ayu berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan akan lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
“Melalui video klarifikasi ini, saya berjanji menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga dan tidak mengulangi perbuatan serupa serta akan lebih bijaksana, bertanggung jawab, dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial di masa mendatang,” katanya.
Imbauan untuk Masyarakat
Di akhir pernyataannya, ia juga meminta masyarakat menghentikan serangan dan komentar negatif kepada rekan kerja maupun keluarganya. Sebab, mereka tidak memiliki keterlibatan dalam persoalan tersebut.
“Saya juga memohon kepada seluruh masyarakat untuk menghentikan komentar maupun serangan negatif yang ditujukan kepada rekan-rekan sejawat saya di RH, manajemen RH beserta afiliasinya, maupun keluarga saya karena mereka tidak memiliki keterlibatan sedikit pun dalam permasalahan ini,” pungkasnya.
Latar Belakang Kasus
Sebelumnya, Amanda Zahra mengungkapkan kekecewaannya setelah mengetahui ada dokter kecantikan yang diduga mengunggah komentar bernada body shaming di media sosial. Dalam unggahannya, Amanda menilai tindakan tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang tenaga medis, terlebih kepada pasien atau perempuan yang menjalani perawatan estetika.
Hingga berita ini ditulis, Amanda Zahra belum memberikan tanggapan lebih lanjut terkait permintaan maaf yang disampaikan dr. Ayu melalui media sosial.







