Sulseltimes.com, Makassar, Rabu, 08/07/2026 — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menyoroti sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki serapan anggaran rendah. Ia menyiapkan evaluasi menyeluruh untuk memastikan realisasi belanja daerah berjalan optimal dan berdampak pada perekonomian masyarakat.
- Fokus evaluasi serapan anggaran OPD
- Pemanggilan satu per satu OPD oleh Wali Kota
- Kendala teknis dan hukum jadi hambatan
- Proyek Lapangan Karebosi terhambat hukum
- Percepatan realisasi APBD untuk ekonomi
Fokus Evaluasi Belanja Daerah
Appi menegaskan anggaran yang sudah dialokasikan harus segera direalisasikan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Belanja pemerintah harus cepat digelontorkan supaya perputaran ekonomi di masyarakat bisa berjalan. Selama bulan Juli ini saya akan panggil satu per satu OPD untuk melihat seperti apa realisasi belanjanya, apa kendalanya, dan kenapa belum dilaksanakan jika memang masih rendah,” ujar Appi, Rabu, 08/07/2026.
Evaluasi ini bertujuan mengidentifikasi OPD dengan serapan rendah agar segera didorong menyelesaikan hambatan sebelum memasuki Agustus.
Menurutnya, tidak semua keterlambatan disebabkan lemahnya kinerja perangkat daerah. Beberapa proyek menghadapi persoalan teknis hingga kendala hukum yang menghambat proses pelaksanaan.
Kendala Proyek Lapangan Karebosi
Appi mencontohkan proyek penataan Lapangan Karebosi yang belum berjalan sesuai rencana karena masih menghadapi persoalan hukum yang harus dituntaskan.
“Karebosi seharusnya sudah jalan, tetapi masih ada persoalan hukum yang harus diselesaikan. Bagaimana mau dilanjutkan kalau masalah hukumnya belum selesai. Hal-hal seperti ini yang harus dijelaskan kepada masyarakat,” katanya, Rabu, 08/07/2026.
Ia menambahkan pemerintah akan terus mengawal penyelesaian berbagai hambatan tersebut agar belanja daerah tidak tertunda terlalu lama.
Target Percepatan Realisasi APBD
Appi menilai percepatan realisasi APBD akan berdampak langsung terhadap peningkatan daya beli masyarakat karena dana pemerintah segera beredar melalui program dan proyek pembangunan.
“Anggarannya sudah ada, tinggal dijalankan. Semakin banyak anggaran yang dibelanjakan pemerintah, semakin besar serapan yang diterima masyarakat dan semakin kuat perputaran ekonomi,” tukasnya, Rabu, 08/07/2026.









