Sulseltimes.com, Makassar, Sabtu, 27/06/2026 — Sebanyak 120 hotel milik BUMN resmi digabungkan di bawah naungan InJourney, menjadikannya operator hotel terbesar kedua di Indonesia. Konsolidasi ini merupakan bagian dari transformasi BUMN yang diorkestrasi oleh Danantara.
- 120 hotel BUMN digabung
- InJourney jadi operator hotel terbesar kedua
- Kepala BP BUMN dan COO Danantara Dony Oskaria
- Penandatanganan CSPA 45 hotel pada Sabtu, 27/06/2026
- Optimalisasi nilai aset dan daya saing pariwisata
Integrasi Hotel BUMN di Bawah InJourney
Pada Sabtu, 27/06/2026, sebanyak 45 hotel yang tersebar di beberapa BUMN telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) sebagai bagian dari penyatuan aset hotel di bawah payung InJourney.
Kepala BP BUMN dan COO Danantara Dony Oskaria mengatakan, penyatuan seluruh hotel BUMN di bawah InJourney adalah lompatan besar dalam menata ulang dan memperkuat nilai aset hospitality.
“Dengan proyeksi 120 hotel, InJourney akan menjadi operator hotel kedua terbesar di Indonesia,” kata Dony Oskaria di Jakarta, Sabtu, 27/06/2026.
Penandatanganan CSPA ini merupakan bagian dari transformasi BUMN di sektor hospitality. Dony menyebutkan bahwa momentum positif ini akan terus dijaga dan diproyeksikan adanya penambahan penandatanganan dari beberapa hotel lainnya pada awal pekan depan.
Dampak dan Prospek Integrasi
“Skema CSPA ini memastikan bahwa proses konsolidasi aset berjalan prudent dan mengedepankan tata kelola yang baik,” ungkap Dony Oskaria.
Dengan terkonsolidasinya seluruh hotel BUMN menjadi pondasi yang solid untuk melakukan value creation. Transformasi ini pada akhirnya akan menciptakan portofolio industri pariwisata yang lebih efisien, kompetitif, dan terintegrasi.
Langkah ini merupakan langkah konkret menuju optimalisasi nilai aset dan struktur manajemen yang lebih tangguh di sektor perhotelan milik negara.






