Sulseltimes.com, Makassar, Sabtu, 27/06/2026 — Tim Penggerak PKK Kota Makassar menggelar sosialisasi Gerakan Sadar Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) sebagai upaya memperkuat pencegahan stunting di kalangan keluarga.
- Sosialisasi B2SA oleh TP PKK Makassar
- Target utama kader PKK dan ibu hamil
- Narasumber dokter, ahli gizi, dan pengurus PKK Provinsi
- Berlangsung di Auditorium Gedung PKK Makassar
- Diharapkan menekan angka stunting lewat pola konsumsi pangan lokal
Gerakan B2SA dan Peran Kader PKK
Sosialisasi ini merupakan program kerja Pokja III TP PKK Kota Makassar.
Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kader PKK, tentang pentingnya pola konsumsi pangan sehat dan bergizi.
Sekretaris TP PKK Kota Makassar, Farida Kadir, mengatakan pangan adalah kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup dan produktivitas.
“Pemenuhan kebutuhan pangan tidak hanya diukur dari sisi kuantitas, tetapi juga harus memperhatikan keberagaman jenis pangan, kandungan gizi, keseimbangan, serta keamanan pangan yang dikonsumsi,” kata Farida Kadir, Sabtu, 27/06/2026.
Ia menyebut Gerakan B2SA menjadi upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi sehat melalui pemanfaatan pangan lokal.
Ketua Pokja III TP PKK Makassar, Dr. Erieka Novianti, menambahkan bahwa keluarga adalah lingkungan pertama dalam membentuk kebiasaan makan sehat.
“Melalui gerakan ini, kita ingin mendorong masyarakat Kota Makassar untuk semakin mencintai dan memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga,” kata Dr. Erieka Novianti, Sabtu, 27/06/2026.
Ia berharap kegiatan ini menjadi sarana edukasi dan memperkuat komitmen mewujudkan keluarga sehat, cerdas, dan produktif.
Fokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari kalangan dokter, ahli gizi, dan pengurus TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan.
Dokter spesialis gizi klinik, dr. Meylisa Tjiang, menyampaikan materi tentang bahaya kekurangan nutrisi pada ibu hamil dan balita, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Ia menjelaskan periode tersebut merupakan masa emas sekaligus kritis yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Apabila kebutuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan tidak terpenuhi, maka risiko terjadinya stunting, gangguan perkembangan otak, penurunan daya tahan tubuh, hingga meningkatnya risiko penyakit di kemudian hari akan semakin besar,” jelas dr. Meylisa Tjiang, Sabtu, 27/06/2026.
Ketua Pokja III TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Suri Sri Suro Adhawati, memaparkan konsep B2SA yang mencakup empat prinsip utama: beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
Ia juga memberikan contoh menu sehat berbasis pangan lokal dan mengajak kader PKK menjadi motor penggerak edukasi di masyarakat.
Bantuan Bahan Pokok untuk Ibu Hamil dan Balita
Sebagai bentuk kepedulian, TP PKK Kota Makassar menyerahkan bantuan bahan pokok makanan kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita.
Bantuan ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga sekaligus mendukung pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Makassar.














