Sulseltimes.com, Soppeng, Rabu, 12/08/2026 — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mendorong penguatan data dan intervensi penanganan stunting saat kunjungan kerja ke Kabupaten Soppeng.
- Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi mendorong penguatan data dan intervensi stunting di Soppeng
- Angka stunting Soppeng 26,6 persen menurut SSGI 2024
- Fatmawati meninjau UPTD Puskesmas Sewo dan menyerahkan bantuan
- Wakil Bupati Selle K.S. Dalle apresiasi program inovasi Buras
- Bantuan mesin jahit, bibit tanaman, dan pompa air diserahkan ke masyarakat
Kunjungan tersebut bertujuan meninjau pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dalam percepatan penurunan stunting.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis 2025, angka stunting di Kabupaten Soppeng tercatat 26,6 persen. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sewo, tercatat 110 balita stunting atau 15,7 persen serta 32 balita wasting atau 4,5 persen.
Fatmawati yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sulawesi Selatan menekankan pentingnya data akurat sebagai dasar penentuan intervensi. Ia meminta pengukuran ulang jika terdapat kendala alat antropometri di puskesmas.
“Kalau alat antropometrinya kurang atau ada kendala di masing-masing Puskesmas, tolong segera dilaporkan. Nanti kita bantu alatnya. Saya mau melihat bahwa data yang akurat,” kata Fatmawati, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu, 12/08/2026.
Intervensi Terpadu dan Target Penurunan
Fatmawati menegaskan penanganan stunting memerlukan intervensi terpadu lintas sektor, tidak hanya kesehatan tapi juga dukungan keluarga, lingkungan, pendidikan, dan pangan. Targetnya adalah menurunkan angka di bawah rata-rata nasional 21 persen.
“Ini harus menjadi PR kita bersama karena kita harusnya di bawah rata-rata nasional, di bawah 21 persen,” ujarnya.
Ia mendorong kader Posyandu memperkuat edukasi penyebab, pencegahan, dan penanganan stunting kepada masyarakat. Pemahaman masyarakat harus didukung pelaksanaan program dan pemantauan konsisten.
Pada kesempatan itu, Fatmawati menyerahkan bantuan paket penanganan stunting berupa susu sesuai usia dan kondisi anak. Ia meminta pemberian bantuan pangan mengikuti hasil pemeriksaan dan rekomendasi tenaga kesehatan.
“Kalau sampai bulan depan setelah kita melakukan pengukuran ulang anak kita masih masuk stunting dan wasting, itu harus ada intervensi selama tiga bulan, baik pemberian makanan tambahan ataupun intervensi lainnya,” jelasnya.
Fatmawati juga mendorong Pemerintah Kabupaten Soppeng memperkuat dukungan program stunting dalam APBD 2027. Program terkait pemenuhan gizi harus mendukung kelompok sasaran sesuai kebijakan, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Sinergi Daerah dan Inovasi Lokal
Wakil Bupati Soppeng Selle K.S. Dalle menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Gubernur. Menurutnya, kunjungan menjadi momentum melihat kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten telah menjalankan berbagai program, termasuk inovasi berbasis potensi lokal melalui program Buras (Bujukan Rujukan Atasi Stunting). Program ini dikembangkan melalui kolaborasi kader Posyandu, Puskesmas, dan pemerintah kecamatan.
“Kami berharap sinergi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Soppeng terus diperkuat, tidak hanya dalam penanganan stunting, tetapi juga pada sektor UMKM dan pertanian,” kata Selle K.S. Dalle, Wakil Bupati Soppeng, Rabu, 12/08/2026.
Kepala UPTD Puskesmas Sewo, drg. Nurhayati, melaporkan intervensi yang telah dilakukan. Di antaranya pembentukan Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting, pemeriksaan kesehatan remaja putri dan calon pengantin, pemeriksaan kehamilan, pemberian makanan tambahan, pemantauan tumbuh kembang, serta penguatan kapasitas kader.
Dalam rangkaian kunjungan yang sama, Fatmawati meninjau pelatihan dan menyerahkan 20 mesin jahit serta 20 mesin obras di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Soppeng. Bantuan itu diarahkan meningkatkan keterampilan dan membuka peluang ekonomi perempuan.
“Tujuannya bisa membangun kemandirian masyarakat kita, khususnya pemberdayaan perempuan. Jangan sampai disalahgunakan ataupun dipindahtangankan, apalagi diperjualbelikan,” tegas Fatmawati.
Ia menambahkan, pemerintah akan memantau pemanfaatan bantuan. Jika digunakan optimal dan berdampak ekonomi, dukungan dapat ditingkatkan tahun depan.
Selain mesin jahit dan obras, juga diserahkan bantuan bibit tanaman cabai, rambutan, alpukat, serta mesin pompa air kepada lima kelompok tani di Dusun Bakke, Desa Ganra, Kecamatan Ganra.











