Viral

Unta di China Menangis saat Ditunggangi Wisatawan, Otoritas Turun Tangan

Avatar of Sulsel Times
0
×

Unta di China Menangis saat Ditunggangi Wisatawan, Otoritas Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Unta di China Menangis saat Ditunggangi Wisatawan, Otoritas Turun Tangan
Unta di China Menangis saat Ditunggangi Wisatawan, Otoritas Turun Tangan
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 27/06/2026 — Seekor unta di China menangis dan kesulitan berdiri saat ditunggangi wisatawan di Kabupaten Fuhai, Xinjiang, memicu kemarahan netizen hingga tindakan tegas dari otoritas setempat.

Ringkasnya…
  • Unta menangis karena kelelahan dan luka
  • Video viral dikomentari lebih dari 200 ribu pengguna
  • Blogger dan otoritas pariwisata setempat
  • Sabtu, 27/06/2026
  • Pemilik unta diminta hentikan operasi, unta dirawat
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Viral Tangisan Unta di Tempat Wisata

Seorang blogger mengunggah video seekor unta yang merintih dan menangis saat membawa wisatawan di kawasan Kota Setan di Laut, Kabupaten Fuhai, Daerah Otonomi Xinjiang Uygur, China.

Scroll Kebawah
Advertisement

Dalam rekaman tersebut, unta bertubuh kurus berusaha berdiri sambil menggendong seorang wisatawan perempuan.

Hewan itu beberapa kali roboh dan mengeluarkan suara rintihan keras.

Blogger tersebut mengaku mendengar suara tangisan unta meski berada cukup jauh.

“Saya pernah mendengar unta menangis sebelumnya, tetapi kali ini suaranya berbeda. Tangisannya terdengar sangat sedih dan unta itu tampak benar-benar kelelahan,” tulisnya di akun media sosial, Sabtu, 27/06/2026.

Ia juga menyebut unta berulang kali mencoba bangkit, namun kembali berlutut karena tidak sanggup menopang tubuhnya.

Menurut sang blogger, pemilik unta justru menarik tali yang terpasang di hidung hewan tersebut agar kembali berdiri.

Netizen Geram dan Desak Regulasi

Unggahan itu langsung menyita perhatian publik dan memperoleh lebih dari 200 ribu tanda suka.

Banyak warganet mengecam dugaan perlakuan tidak layak terhadap hewan demi kepentingan wisata.

“Memanfaatkan penderitaan hewan demi keuntungan adalah tindakan yang sangat kejam,” tulis salah seorang pengguna media sosial.

Warganet lainnya berharap pemerintah memperkuat regulasi perlindungan satwa agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ini pertama kalinya saya benar-benar merasa sedih melihat seekor hewan menderita. Semoga ada aturan yang lebih tegas untuk melindungi mereka,” komentar pengguna lain.

Ada pula yang menyoroti sikap wisatawan yang tetap berfoto tanpa menyadari kondisi unta tersebut.

Tindak Lanjut Otoritas

Menanggapi viralnya video itu, otoritas pariwisata setempat langsung melakukan pemeriksaan terhadap unta yang bersangkutan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter hewan, unta mengalami luka gores pada salah satu kaki dan berada dalam kondisi kelelahan.

Pemerintah Kabupaten Fuhai menyatakan pemilik unta telah lalai memenuhi standar perawatan hewan yang berlaku.

Sebagai tindak lanjut, seluruh pemilik unta di lokasi wisata diminta menghentikan sementara operasional mereka.

Unta yang mengalami cedera juga diwajibkan menjalani perawatan hingga pulih.

Pengelola objek wisata diminta meningkatkan pengawasan terhadap kesejahteraan hewan.

Pemerintah mewajibkan pemeriksaan kesehatan secara berkala serta penerapan sistem rotasi kerja agar unta memperoleh waktu istirahat yang cukup.

Sorotan terhadap Atraksi Satwa

Kasus ini kembali memunculkan sorotan terhadap pemanfaatan satwa sebagai atraksi wisata di China.

Sebelumnya, publik juga dibuat geram setelah beredar video burung kormoran di kawasan wisata Guangxi yang diikat pada rakit kayu hingga berjam-jam di bawah terik matahari.

Praktik pengelolaan satwa di sejumlah destinasi wisata pun kembali menuai kritik.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *