Sulseltimes.com, Tangerang, Rabu, Mei 20, 2026 — Polresta Tangerang mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada menyusul viralnya teror pocong yang meresahkan warga.
- Warga resah akibat kemunculan pocong
- Polresta Tangerang tingkatkan patroli
- Kapolresta imbau tidak panik
- Patroli dilakukan malam hingga dini hari
- Masyarakat diminta aktifkan ronda
Kapolresta Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyatakan pihaknya meningkatkan patroli malam dan mendorong aktivasi sistem keamanan lingkungan (siskamling).
Polresta Tangerang Tanggapi Viral Teror Pocong
Kemunculan sosok pocong di sejumlah titik di Tangerang membuat warga resah.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan seseorang berbalut kain putih melompat-lompat di permukiman.
Polresta Tangerang bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut.
“Tingkatkan kewaspadaan, namun tenang dan tidak panik, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Rabu, Mei 20, 2026.
Menurut pihak kepolisian, aksi teror pocong diduga digunakan sebagai modus kejahatan seperti pencurian atau perampokan dengan cara menakut-nakuti warga.
Karena itu, Indra meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi.
“Jangan sampai masyarakat merasa takut yang justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana seperti pencurian maupun perampokan,” ujarnya.
Upaya Kepolisian dan Imbauan ke Masyarakat
Untuk memberikan rasa aman, Polresta Tangerang melalui fungsi Bhabinkamtibmas bersama unsur Babinsa dan perangkat lingkungan meningkatkan patroli di permukiman warga, khususnya pada malam hingga dini hari.
Masyarakat juga didorong kembali mengaktifkan siskamling atau ronda malam sebagai langkah antisipasi.
“Kami juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali ronda atau siskamling. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ucap Indra.
Warga diminta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan atau hal-hal yang meresahkan di lingkungan sekitar.
Pelaporan dapat dilakukan ke kantor polisi terdekat maupun melalui layanan call center 110 yang aktif selama 24 jam.
Pihak kepolisian memastikan tetap melakukan penyelidikan terkait viralnya teror pocong guna mengungkap pihak yang terlibat serta motif di balik aksi tersebut.
“Kami tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelakunya serta apa motif sebenarnya,” tutup Indra.















