Sulseltimes.com Makassar, Kamis, 22/01/2026 — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan Terminal Malengkeri sebagai titik relokasi sementara bagi pedagang kaki lima di kawasan Kalimbu, terutama pedagang sayur dan kebutuhan harian.
- Pemkot Makassar siapkan Terminal Malengkeri untuk relokasi sementara PKL Kalimbu
- Penataan dilakukan karena lapak dinilai meluber hingga badan jalan
- Wali Kota Munafri tegaskan mencari nafkah boleh, tetapi harus taat aturan ruang
- Pembenahan terminal diprioritaskan sebelum pemindahan pedagang
- Genangan air di Terminal Malengkeri ditarget rampung ditangani bulan ini
Langkah ini ditempuh untuk menertibkan lapak yang selama ini meluber hingga badan jalan dan dinilai mengganggu ruang publik.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan Pemkot tidak melarang warga mencari nafkah, tetapi aktivitas jual beli harus mengikuti aturan pemanfaatan ruang.
“Saya tidak melarang orang mencari nafkah, tapi jangan di tempat yang dilarang,” kata Munafri Arifuddin, Kamis, 22/01/2026.
Relokasi sementara untuk kurangi penyempitan jalan di Kalimbu
Munafri menilai ruas jalan di Kalimbu makin menyempit karena tumpukan barang dagangan memakan ruang kendaraan.
Situasi tersebut disebut berpotensi memicu kemacetan dan mengganggu hak pengguna jalan.
Pemkot menyatakan penataan ini juga bertujuan memastikan akses warga, termasuk pejalan kaki dan kendaraan darurat, tetap lancar.
Bagi Makassar, penertiban ruang publik di titik perdagangan harian seperti Kalimbu biasanya berdampak langsung pada mobilitas warga sekitar.
Pemkot menekankan relokasi yang disiapkan bersifat sementara dengan fokus pada pedagang sayur dan kebutuhan harian.
Terminal dibenahi dulu agar relokasi tidak memunculkan masalah baru
Munafri menegaskan pemindahan pedagang tidak akan dilakukan sebelum Terminal Malengkeri benar benar siap digunakan.
“Kita lagi melihat bagaimana di terminal untuk membenahi dulu,” kata Munafri Arifuddin, Kamis, 22/01/2026.
Munafri juga mengingatkan Pemkot tidak ingin memindahkan pedagang ke lokasi yang belum nyaman dan masih bermasalah saat hujan.
Direktur PD Terminal Makassar Elber Makbul Amin menyebut persoalan utama saat ini adalah genangan air ketika hujan.
“Memang masih ada genangan air kalau hujan, tapi itu yang kita perbaiki,” kata Elber Makbul Amin, Kamis, 22/01/2026.
Elber menyatakan pembenahan ditargetkan selesai bulan ini sebelum relokasi pedagang dilakukan.
Pemkot menyebut pembenahan infrastruktur dilakukan agar Terminal Malengkeri layak untuk aktivitas perdagangan sekaligus mengurangi potensi keluhan baru setelah relokasi.
Di level lokal, kesiapan fasilitas seperti drainase, akses kendaraan, dan area bongkar muat akan menentukan apakah relokasi berjalan tertib atau justru memindahkan persoalan dari satu titik ke titik lain.

















