Sulseltimes.com Makassar, Selasa, 21/01/2026 — Operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di Pegunungan Bulu Saraung, wilayah Maros–Pangkep, memasuki hari keempat.
- Operasi SAR ATR 42-500 hari keempat berlangsung di Pegunungan Bulu Saraung Maros-Pangkep
- Basarnas fokus penyisiran lanjutan area temuan barang korban dan serpihan pesawat
- Sebanyak 1.050 personel dibagi 9 SRU dengan tugas sektor darat, evakuasi, dan udara
- Medan tebing curam dan cuaca ekstrem disebut tantangan utama operasi
- Sektor udara memakai helikopter Lanud Hasanuddin untuk memperkuat pemetaan dan penyisiran
Basarnas Makassar menyatakan fokus hari ini diarahkan pada penyisiran lanjutan di sektor sektor yang sudah memiliki titik temuan, termasuk barang milik korban dan bagian bagian pesawat.
“pada hari keempat operasi, tim SAR gabungan kembali menyisir area area yang sebelumnya telah ditemukan barang milik korban dan serpihan pesawat, penyisiran dilakukan secara bertahap dan terukur menyesuaikan rencana operasi,” kata Kepala Basarnas Makassar M. Arif Anwar, Selasa, 20/01/2026.
1.050 personel dibagi 9 SRU, sektor disusun berdasarkan koordinat temuan
M. Arif Anwar menyebut tim SAR gabungan berjumlah 1.050 personel.
Personel dibagi ke dalam sembilan Search and Rescue Unit atau SRU.
Basarnas memetakan sektor pencarian berdasar koordinat temuan korban, barang milik korban, serta bagian badan pesawat.
Lokasi kejadian disebut berada pada kawasan tebing curam dengan kedalaman ratusan meter dari puncak.
“sru 1 hingga sru 5 melaksanakan penyisiran di beberapa terapan yang menjadi titik temuan awal, antara lain lokasi korban pertama, serpihan dan jendela pesawat, mesin pertama dan tangga kursi, lokasi temuan korban kedua beserta barang pribadi, hingga area sayap dan mesin kedua pesawat di sekitar air terjun,” kata M. Arif Anwar, Selasa, 20/01/2026.
SRU 6 melakukan pengecekan lanjutan pada lokasi ekor pesawat.
Posisi ekor pesawat disebut berada di kedalaman sekitar 200 meter.
SRU 7 mengerjakan pemindahan korban menuju area persawahan Kampung Baru.
SRU 8 melakukan pengamanan jalur evakuasi pada rute yang dilalui.
Dari sektor udara, SRU 9 melaksanakan penyisiran menggunakan helikopter dari Lanud Hasanuddin menuju Pegunungan Bulu Saraung.
Penyisiran udara ditujukan untuk menjangkau seluruh sektor pencarian sekaligus memperkuat pemetaan lokasi bagi tim darat.
“seluruh sru bekerja berdasarkan data koordinat dan hasil temuan di lapangan, medan yang curam dan cuaca ekstrem masih menjadi tantangan, namun operasi tetap dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan personel,” kata M. Arif Anwar, Selasa, 20/01/2026.
Temuan hari ketiga, barang korban dan bagian pesawat, cuaca masih jadi kendala
Basarnas menyebut pada hari ketiga operasi, Senin, 19/01/2026, tim gabungan menemukan sejumlah barang bawaan korban dan bagian pesawat.
Tim juga melaporkan temuan korban perempuan di kedalaman sekitar 500 meter.
Korban pertama berjenis kelamin laki laki disebut ditemukan lebih dulu pada Minggu, 18/01/2026, di kedalaman sekitar 200 meter dari lokasi temuan serpihan pesawat.
Hingga hari keempat, tim gabungan masih melakukan penyisiran untuk pencarian lanjutan serta evakuasi korban dari titik temuan.
Kasi OPS Basarnas Makassar Andi Sultan menyebut hambatan terbesar yang dihadapi tim adalah cuaca buruk.
Operasi hari keempat menandai pergeseran fokus ke penyisiran terukur pada sektor yang sudah terpetakan dan penguatan evakuasi, dengan dukungan helikopter untuk pemetaan.

















