Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, 12/02/2026 — Anggota Komisi B DPRD Makassar, H. Meinsani Kecca, gelar reses kedua di Jalan Kebahagiaan Utara VIII Tamalanrea serap aspirasi warga soal infrastruktur dan sosial. Ia komitmen kawal usulan melalui pemerintah agar masalah seperti drainase dan bantuan masjid tuntas.
- Meinsani Kecca gelar reses kedua di Tamalanrea serap aspirasi warga
- Warga usul bersihkan selokan penuh sedimen di permukiman
- Masjid Nurul Shabri baru 30 persen bangun butuh bantuan anggaran
- Usul sumur bor per RW antisipasi kemarau kering
- Laporkan via Lontara+ atau kontak langsung legislator
Meinsani Kecca reses di Tamalanrea
Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, H. Meinsani Kecca, gelar reses kedua masa sidang 2025-2026 di Jalan Kebahagiaan Utara VIII, BTP Blok A, RT 03 RW 07, Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea.
Kegiatan jadi wadah penyerapan aspirasi warga terkait infrastruktur lingkungan dan kebutuhan sosial kemasyarakatan.
“Cukup diusulkan, nanti aspirasi akan diserap dan kita kawal untuk direalisasikan. Tidak perlu ragu, masalah sosial memang selalu kami prioritaskan,” kata Meinsani Kecca saat sambut warga.
Warga sampaikan berbagai usul langsung.
Salah satunya Sitti Ramla soroti selokan dan drainase penuh sedimen tanah di permukiman.
Ia juga sebut pembangunan Masjid Nurul Shabri baru jalan 30 persen tapi anggaran terbatas.
Aspirasi drainase dan bantuan masjid
Meinsani minta usulan sampaikan berjenjang lewat RT, RW, kelurahan, kecamatan agar proses administrasi lancar.
Untuk sedimen drainase, ia bilang bisa koordinasi kelurahan dan kecamatan.
“Insyaallah bisa dicover. Infrastruktur menjadi kewenangan pemerintah kota jika memang ada perbaikan. Sedimen drainase bisa dibantu kelurahan dan kecamatan, dan silakan juga langsung kontak saya,” katanya.
Bagi bantuan masjid, ia suruh pengurus siapkan proposal lengkap dengan struktur kepengurusan dan foto kondisi bangunan.
Proposal ajukan ke Bagian Kesejahteraan Rakyat Kesra untuk proses lanjut.
“Tolong difoto, buat proposal lengkap dengan kepengurusan, masukkan ke Kesra. Nanti saya kawal prosesnya sampai ke bagian umum dan ke wali kota. Kalau belum pernah dibantu, insyaallah bisa diupayakan,” ujarnya.
Antisipasi kemarau dan Lontara+
Meinsani sampaikan rencana usul sumur bor di setiap RW atasi kekurangan air musim kemarau.
Ia dorong warga pakai aplikasi Lontara+ laporkan pengaduan layanan publik seperti drainase karena terhubung puluhan SKPD Pemkot Makassar.
“Semua bisa dilaporkan di Lontara+. Sebutkan lokasinya, nanti termonitor. Kalau ada kendala, hubungi saya,” katanya.
Meinsani Kecca reses di Tamalanrea serap aspirasi warga soal drainase, bantuan masjid, dan sumur bor RW.
Ia komitmen kawal usulan lewat Kesra dan sarankan Lontara+ untuk pengaduan cepat.















