Sulseltimes.com, Jakarta — PT Sharprindo Dinamika Prima menargetkan penjualan alat dan mesin pertanian tumbuh sekitar 20 persen pada 2026 di tengah meningkatnya kebutuhan pengairan saat kemarau.
- Sharprindo menargetkan penjualan alat dan mesin pertanian tumbuh sekitar 20 persen
- Permintaan pompa irigasi diproyeksikan dapat naik hingga dua kali lipat
- Proyeksi disampaikan Direktur Utama Jusmin Suwoko
- Perusahaan mengembangkan pompa yang lebih hemat bahan bakar
- Realisasi penjualan tetap bergantung pada kondisi cuaca dan permintaan
Direktur Utama Sharprindo Dinamika Prima Jusmin Suwoko menyampaikan proyeksi tersebut dalam program Squawk Box CNBC Indonesia pada akhir September 2026.
Perusahaan memperkirakan permintaan pompa irigasi dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan kondisi normal.
Antisipasi Kekeringan
Pompa irigasi digunakan untuk memindahkan air ke lahan pertanian ketika pasokan dari hujan atau saluran irigasi tidak mencukupi.
Jusmin mengatakan perusahaan berupaya meningkatkan efisiensi bahan bakar agar biaya operasional petani dapat ditekan.
Sharprindo juga mengembangkan pompa berbahan bakar ganda yang dapat memakai bensin atau gas.
Masih Berupa Target Perusahaan
Angka pertumbuhan 20 persen dan kenaikan permintaan dua kali lipat merupakan target serta proyeksi perusahaan, bukan hasil penjualan yang telah terealisasi.
Pencapaiannya bergantung pada panjang musim kemarau, daya beli petani, belanja pemerintah, distribusi, serta ketersediaan sumber air.
Penggunaan pompa juga perlu disesuaikan dengan debit sumber air dan pengelolaan irigasi agar tidak memperburuk kekurangan air di wilayah terdampak kekeringan.







