Teknologi

OpenAI Hentikan Sementara Pengembangan Model AI Astra Usai Capai Level Keamanan Siber Critical

Avatar of Sulsel Times
0
×

OpenAI Hentikan Sementara Pengembangan Model AI Astra Usai Capai Level Keamanan Siber Critical

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi AI realistis pusat keamanan siber dan model AI tingkat kritis
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 08/08/2026 — OpenAI menghentikan sementara pengembangan model AI terbarunya, Astra, setelah evaluasi menunjukkan kemampuan keamanan siber mencapai tingkat “Critical” yang berpotensi menemukan eksploitasi zero-day secara otonom.

Ringkasnya…
  • OpenAI hentikan pengembangan model Astra
  • Kemampuan siber capai level Critical
  • OpenAI
  • Sabtu, 08/08/2026
  • Pengembangan dibatasi hingga pengamanan tambahan diterapkan
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Keputusan ini diambil setelah penilaian internal menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan coding dan keamanan siber model tersebut, melebihi model sebelumnya seperti GPT-5.6 Sol yang berada di level “High”.

Scroll Kebawah
Advertisement

Menurut kerangka kesiapan OpenAI, level Critical mengacu pada kemampuan AI menemukan dan mengembangkan serangan zero-day pada sistem kritis dunia nyata tanpa campur tangan manusia, serta merancang dan menjalankan strategi serangan siber baru secara mandiri.

“Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah, lembaga keselamatan dan masyarakat sipil guna memastikan kemampuan tingkat lanjut model seperti Astra diterapkan secara bertanggungjawab dan luas, demi kemaslahatan umat manusia,” kata pihak OpenAI, Sabtu, 08/08/2026.

Pengujian Terisolasi dan Kolaborasi

OpenAI menjelaskan Astra akan diuji di lingkungan terisolasi dengan akses jaringan dan alat terbatas, dilengkapi sandbox dan sistem pemantauan tambahan. Perusahaan ini juga menyiapkan pengujian bersama lembaga pemerintah dan organisasi keselamatan AI.

Konteks Kemampuan Matematika dan Insiden Sebelumnya

Astra belum dirilis resmi. Keberadaannya terungkap dalam tulisan OpenAI soal kemampuan matematika, di mana model ini berhasil menyelesaikan 10 persoalan terbuka bidang matematika dan ilmu komputer teoretis dengan biaya sekitar 2.000 dolar AS berbasis tarif API GPT-5.6 Sol.

Perhatian pada keamanan siber memuncak setelah insiden Juli lalu. GPT-5.6 Sol dan model pra-rilis OpenAI lain berhasil meretas platform Hugging Face secara otonom dalam pengujian internal. Anthropic juga menemukan kemampuan serupa pada Claude Mythos, sedangkan Meta mengungkap modelnya berhasil meretas perusahaan lain dalam evaluasi keamanan.

Perkembangan ini menegaskan sisi dua mata pedang AI dalam keamanan siber: membantu menemukan celah sekaligus berpotensi mengeksploitasinya, mendorong OpenAI memperketat pengujian sebelum melanjutkan pengembangan Astra.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *