Sulseltimes.com, Makassar, Senin, 30/03/2026 — Munafri Arifuddin bersama Aliyah Mustika Ilham menghadiri acara silaturahmi dan penyerahan apresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Minggu malam, 29/03/2026.
Kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar itu menjadi bagian dari pertemuan lintas daerah yang juga dihadiri unsur Forkopimda, kepala daerah se-Sulsel, pimpinan instansi vertikal, rektor perguruan tinggi, organisasi perempuan, dan kepala desa dari berbagai kabupaten dan kota.
- Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham menghadiri silaturahmi Pemprov Sulsel di Makassar
- Sekitar 2.500 undangan hadir dari unsur pemerintah, kampus, dan lembaga lintas daerah
- Acara digelar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel pada Minggu malam, 29/03/2026
- Munafri menyebut forum ini penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor
- Pertemuan dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dan jejaring kerja sama antar daerah
Acara tersebut disebut menghadirkan sekitar 2.500 undangan dari beragam unsur pemerintahan dan lembaga di Sulawesi Selatan.
“Acara silaturrahmi ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat soliditas dan koordinasi lintas sektor di tingkat provinsi,” kata Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar, Minggu, 29/03/2026.
Forum silaturahmi jadi ruang temu kepala daerah
Agenda silaturahmi yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan itu berlangsung dalam suasana resmi namun hangat.
Sejumlah tokoh penting terlihat hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, dan Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema.
Bagi Pemerintah Kota Makassar, kehadiran dalam forum seperti ini bukan sekadar memenuhi undangan seremonial.
Pertemuan seperti itu menjadi ruang penting untuk menyambungkan komunikasi langsung antarpimpinan daerah di Sulawesi Selatan.
Munafri dan Aliyah mengikuti rangkaian acara sejak awal hingga sesi penyerahan hadiah lomba dan apresiasi kepada sejumlah daerah.
Rangkaian kegiatan itu memperlihatkan bahwa forum silaturahmi dirancang bukan hanya sebagai pertemuan biasa, tetapi juga sebagai panggung penghargaan bagi daerah dan pihak yang dinilai memberi kontribusi.
Dalam forum itu, nuansa kebersamaan cukup terasa karena undangan datang dari latar yang sangat beragam.
Ada unsur pemerintah provinsi.
Ada pimpinan daerah kabupaten dan kota.
Ada pula unsur kampus, organisasi vertikal, organisasi perempuan, hingga kepala desa.
Komposisi undangan seperti itu membuat acara tidak hanya bernilai simbolik.
Ada ruang yang lebih luas untuk membangun komunikasi lintas sektor dalam satu forum yang sama.
Kehadiran Munafri dan Aliyah juga menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Makassar tetap menempatkan hubungan dengan Pemerintah Provinsi Sulsel sebagai bagian penting dari kerja pemerintahan sehari-hari.
Sinergi semacam itu dibutuhkan terutama ketika banyak program daerah saling bersinggungan antara level kota, kabupaten, dan provinsi.
Dalam praktik pemerintahan, forum seperti ini sering menjadi titik awal terbukanya pembicaraan yang lebih teknis di luar acara utama.
Karena itu, nilai sebuah silaturahmi tidak hanya terlihat dari seremoni panggung.
Tetapi juga dari interaksi yang terjadi setelah agenda resmi berlangsung.
Munafri manfaatkan momen untuk bangun komunikasi
Usai acara utama, Munafri dan Aliyah terlihat memanfaatkan momentum berkumpulnya banyak pemangku kepentingan untuk bersilaturahmi secara langsung.
Momen itu dipakai untuk berdiskusi ringan dengan sejumlah kepala daerah dan pimpinan lembaga yang hadir.
Dalam beberapa kesempatan, Munafri juga tampak dihampiri para undangan dari berbagai daerah dan instansi.
Percakapan yang terbangun berlangsung santai namun tetap membawa nilai komunikasi antarlembaga.
Suasana gala dinner yang menyertai kegiatan itu ikut membuat pertemuan berjalan lebih cair.
Format seperti ini biasanya memberi ruang lebih besar bagi para pejabat dan pemangku kepentingan untuk berbicara di luar forum resmi.
Dari sisi hubungan antardaerah, interaksi informal sering kali justru menjadi jembatan awal untuk memperkuat koordinasi.
Banyak pembicaraan yang tidak sempat dibahas di forum resmi bisa lebih mudah dibuka dalam suasana yang tidak terlalu kaku.
Itu pula yang tampak ingin dijaga oleh Munafri dalam acara tersebut.
Ia berharap komunikasi lintas sektor yang terbangun lewat forum silaturahmi maupun interaksi di luar agenda utama dapat memperkuat jejaring kerja sama antardaerah.
Pesan itu sejalan dengan kebutuhan daerah saat ini yang menuntut kerja bersama, terutama dalam isu pelayanan publik, pembangunan, dan sinkronisasi program antarpemerintah.
Bagi Makassar sebagai ibu kota provinsi, relasi yang terjaga dengan daerah lain di Sulsel memiliki arti penting karena banyak agenda pembangunan saling terhubung.
Kehadiran kepala daerah dalam forum bersama juga memberi sinyal bahwa koordinasi tidak selalu harus dibangun lewat rapat formal.
Ada kalanya hubungan kerja diperkuat lewat pertemuan yang lebih cair namun tetap terarah.
Silaturahmi seperti ini pada akhirnya menjadi ruang untuk saling mengenal lebih dekat.
Sekaligus memperkuat jalur komunikasi yang nantinya dibutuhkan saat pemerintah daerah harus bergerak cepat dalam banyak urusan bersama.















