Sulseltimes.com, Badung, Kamis, 5 November 2026 — Kementerian Kesehatan menemukan tiga varian genom tuberkulosis di Indonesia melalui penelitian terhadap 7.000 pasien dari berbagai wilayah.
- Penelitian melibatkan 7.000 pasien TBC
- Tiga varian genom ditemukan
- Varian terbagi di wilayah barat tengah dan timur
- Temuan dikaji untuk vaksin dan pengobatan
- Indonesia mengikuti uji klinis vaksin M72
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan temuan tersebut dalam forum Stop TB Partnership Board Meeting di Kabupaten Badung, Bali.
Penelitian dilakukan dengan dukungan Global Fund menggunakan teknologi pengurutan genom dari Illumina dan Oxford Nanopore.
Ketiga varian memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur.
Temuan dikaji untuk vaksin dan terapi
Kemenkes akan meneliti apakah perbedaan genom memengaruhi sensitivitas serta efektivitas vaksin dan pengobatan baru TBC.
“Saya ingin memeriksa apakah hal ini akan berdampak pada sensitivitas serta efektivitas vaksin dan pengobatan baru,” kata Budi.
Pemetaan genom diharapkan membantu pengembangan vaksin dan terapi yang lebih sesuai dengan karakteristik penyakit di Indonesia.
Indonesia saat ini mengikuti uji klinis fase ketiga vaksin TBC M72 bersama sejumlah negara.
Pemerintah juga mempersiapkan uji klinis obat baru yang diharapkan dapat memperpendek masa pengobatan pasien TBC.
Penanganan TBC diminta dipercepat
Budi menyebut beban kematian akibat TBC di Indonesia mencapai 136.000 orang.
Indonesia juga menghadapi jumlah insiden TBC tertinggi kedua di dunia setelah India.
Kondisi tersebut dinilai memerlukan percepatan skrining, pengobatan pasien, penyaluran vaksin, serta proses persetujuan teknologi kesehatan.
Kemenkes meminta hasil penelitian genom diterjemahkan menjadi langkah konkret untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan TBC.







