banner DPRD Makassar 728x90
Berita

Kecelakaan ATR 42-500 di Bulusaraung, Kemenhub Penyebab Masih Diselidiki KNKT

Avatar of Sulsel Times
10
×

Kecelakaan ATR 42-500 di Bulusaraung, Kemenhub Penyebab Masih Diselidiki KNKT

Sebarkan artikel ini
Pesawat ATR 42 500 dan puing pesawat jatuh
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com Makassar, Selasa, 20/01/2026 — Kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, saat ini masih dalam penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi, sementara Kementerian Perhubungan menegaskan belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab insiden tersebut.

Ringkasnya…
  • KNKT resmi menangani investigasi kecelakaan ATR 42-500 di Bulusaraung
  • Kemenhub menyebut penyebab kecelakaan belum dapat disimpulkan
  • Cuaca dan aspek teknis penerbangan menjadi fokus analisis penyidik
  • Serpihan pesawat ditemukan tim SAR di kawasan pegunungan Bulusaraung Pangkep-Maros
  • Lokasi puing berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kemenhub Serahkan Investigasi ke KNKT

Kementerian Perhubungan memastikan penanganan teknis pascakecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan Indonesia Air Transport sepenuhnya ditangani Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

banner DPRD Makassar 728x90

Otoritas penerbangan menyebut lembaga investigasi tersebut akan memeriksa aspek operasi penerbangan, performa pesawat, hingga faktor lingkungan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa pada tahap awal penyelidikan belum ada faktor tunggal yang bisa dinyatakan sebagai pemicu kecelakaan.

Menurut Lukman, tim KNKT masih mengumpulkan bukti berupa puing pesawat, data radar, serta rekaman komunikasi terakhir antara pilot dan petugas pemandu lalu lintas udara sebelum pesawat hilang dari pantauan.

Dalam penjelasan resminya, Lukman menyampaikan bahwa kondisi cuaca di sekitar Gunung Bulusaraung menjadi salah satu unsur yang akan dikaji secara mendalam oleh para penyidik.

Data meteorologi dari lembaga terkait dan informasi dari petugas navigasi akan disandingkan untuk melihat apakah terdapat perubahan cuaca signifikan yang berpotensi memengaruhi jalur terbang pesawat ATR 42-500 tersebut.

Kronologi Singkat dan Lokasi Temuan Puing

Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport dengan kode penerbangan non-reguler itu dilaporkan lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Dalam fase pendekatan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, pesawat dilaporkan hilang kontak setelah sebelumnya menerima instruksi koreksi jalur dari petugas pemandu lalu lintas udara.

Menindaklanjuti laporan hilang kontak, Basarnas bersama TNI, Polri, dan unsur relawan menggelar operasi pencarian menyusuri wilayah perbukitan di Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Upaya pencarian yang dilakukan melalui pemantauan udara dan penelusuran darat akhirnya mengarahkan tim gabungan pada lokasi yang diduga kuat sebagai titik jatuhnya pesawat.

Tim SAR Gabungan kemudian menemukan serpihan pesawat di kawasan pegunungan Bulusaraung yang berada di perbatasan Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan.

Puing yang terlihat antara lain bagian badan pesawat dan struktur kabin yang berserakan di lereng dengan vegetasi lebat, memperkuat dugaan bahwa pesawat menabrak kontur pegunungan sebelum terempas.

Kementerian Perhubungan menyebutkan, titik temuan puing berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dan relatif dekat dengan salah satu posko Basarnas.

Kondisi medan yang terjal dan berkabut membuat proses evakuasi korban maupun pengangkutan bagian pesawat dilakukan dengan kombinasi jalur udara dan jalur darat secara bertahap.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan memastikan dukungan terhadap seluruh proses identifikasi serta pemulihan pasca-kejadian.

Kemenhub juga mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi investigasi KNKT dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan sebelum laporan awal dirilis.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow
banner Pemerintah Kota Makassar 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *