Sulseltimes.com, Makassar, Jumat, 16 Oktober 2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat turun ketika investor asing mencatat beli bersih karena indeks mengukur perubahan harga saham, sedangkan pembelian bersih asing menghitung selisih nilai transaksi beli dan jual investor asing.
- IHSG dan arus transaksi mengukur hal berbeda
- Beli bersih adalah pembelian dikurangi penjualan
- Bobot saham turut memengaruhi indeks
- Bandingkan data pada periode yang sama
- Beli bersih tidak menjamin harga naik
Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan bahwa indeks saham merupakan ukuran statistik pergerakan harga sekumpulan saham berdasarkan metodologi tertentu.
Sementara itu, ringkasan perdagangan memisahkan informasi harga, nilai transaksi, dan aktivitas pembelian maupun penjualan asing.
Angka-angka itu perlu dibaca bersama, tetapi tidak dapat saling menggantikan.
Harga bisa turun saat sebagian asing tetap membeli
Beli bersih atau net buy menunjukkan nilai pembelian suatu kelompok investor lebih besar daripada nilai penjualannya dalam cakupan dan periode tertentu.
Sebagai simulasi, pembelian asing Rp1 triliun dan penjualan asing Rp900 miliar menghasilkan beli bersih Rp100 miliar.
Angka itu tidak berarti semua investor asing membeli atau seluruh saham menguat.
Transaksi yang dilakukan satu investor asing juga dapat berbeda arah dengan investor asing lainnya.
Harga yang terbentuk merupakan hasil pertemuan penawaran jual dan permintaan beli pada saham yang diperdagangkan.
Karena itu, pembelian dapat berlangsung pada harga yang lebih rendah daripada harga penutupan sebelumnya.
Selain arah perubahan harga masing-masing saham, pengaruhnya terhadap indeks mengikuti bobot dalam perhitungan indeks.
Penguatan beberapa saham belum tentu mengimbangi penurunan saham lain yang memberikan dampak lebih besar terhadap indeks.
Periksa cakupan data sebelum membandingkan
Informasi beli bersih perlu disertai keterangan apakah datanya mencakup pasar reguler atau seluruh pasar.
Perbedaan cakupan dapat membuat angka pada dua laporan terlihat tidak sama meskipun membahas hari perdagangan yang sama.
Periode pengamatan juga harus sejajar, misalnya penutupan harian dibandingkan dengan arus transaksi pada hari yang sama.
Beli bersih selama satu pekan tidak tepat diperlakukan sebagai gambaran khusus satu sesi perdagangan.
Untuk ilustrasi lain, pembelian bersih pada tiga saham dapat mencapai Rp150 miliar, tetapi penjualan bersih pada saham lain sebesar Rp200 miliar.
Secara gabungan, kelompok transaksi itu justru menghasilkan penjualan bersih Rp50 miliar.
Contoh tersebut memperlihatkan alasan daftar saham yang dibeli asing perlu dibedakan dari total aktivitas asing di seluruh pasar.
Gunakan data penutupan, cakupan pasar, dan rentang tanggal yang konsisten untuk menilai arah transaksi.
Beli bersih menggambarkan transaksi yang telah terjadi, bukan kepastian bahwa harga atau indeks akan naik pada perdagangan berikutnya.











