Sulseltimes.com Makassar, Rabu, 17/12/2025 — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membuka Opening Ceremony Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional HKSN ke-76 tingkat Kota Makassar di Atrium Mall Ratu Indah dan menegaskan semangat “Tidak ada yang tertinggal,” kata Munafri Arifuddin, Rabu, 17/12/2025.
- Pemkot Makassar menegaskan komitmen kota inklusif dan berkeadilan sosial
- Opening Ceremony HKSN ke-76 digelar di Atrium Mall Ratu Indah
- Munafri menekankan kesetaraan akses layanan untuk semua kelompok termasuk disabilitas
- Aliyah Mustika Ilham menyorot gotong royong sebagai ukuran pembangunan berkelanjutan
- Pemkot memasangkan alat bantu dengar dan memberi penghargaan bagi pilar sosial dan LKS terbaik
Semangat kesetaraan di ruang publik
Munafri menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial Kota Makassar serta pilar sosial yang terlibat dalam rangkaian HKSN.
Ia menilai peringatan HKSN yang merangkul penyandang disabilitas menjadi gambaran kerja sosial yang tidak boleh berhenti pada seremoni.
“Kesetiakawanan sosial menunjukkan bagaimana seluruh elemen masyarakat berada dalam satu kesetaraan, saling memberi perhatian, serta memiliki akses dan kesempatan yang sama terhadap layanan,” kata Munafri Arifuddin, Rabu, 17/12/2025.
Munafri menyebut tagline HKSN tahun ini menegaskan satu tekad bersama yakni tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan.
Menurutnya, kerja kolaboratif para pekerja sosial, Lembaga Kesejahteraan Sosial, dan unsur masyarakat selama ini menjadi penguat penting untuk mewujudkan Makassar yang ramah bagi semua kelompok.
Munafri juga menilai pemilihan lokasi di pusat perbelanjaan adalah cara sederhana namun kuat untuk menghadirkan rasa setara di ruang publik.
“Ini adalah bentuk kesetaraan yang bisa kita lihat secara langsung, ketika semua masyarakat berada dalam satu ruang yang sama,” kata Munafri Arifuddin, Rabu, 17/12/2025.
Penghargaan pilar sosial dan pesan humanis
Munafri mendorong penanganan persoalan sosial dilakukan dengan pendekatan humanis yang menyentuh akar masalah.
Ia menekankan kepekaan dalam merespons keluhan warga menjadi kunci agar sistem perlindungan sosial berjalan berkelanjutan.
“Pendekatan yang humanis dan penyelesaian persoalan sampai ke akar masalah harus terus dijalankan agar persoalan sosial di tengah masyarakat dapat ditangani dengan tepat,” kata Munafri Arifuddin, Rabu, 17/12/2025.
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyampaikan pembangunan kota tidak cukup diukur dari kemajuan fisik.
Ia menegaskan indikator penting lainnya adalah kuatnya empati, kepedulian, dan gotong royong antarwarga.
“Peringatan HKSN menjadi pengingat bahwa pembangunan juga diukur dari rasa kepedulian dan solidaritas sosial, serta memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” kata Aliyah Mustika Ilham, Rabu, 17/12/2025.
Usai membuka acara, Munafri didampingi Aliyah dan Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa melakukan aksi simbolik di atas panggung.
Munafri memasangkan alat bantu dengar kepada salah satu penyandang disabilitas tunarungu sebagai pesan publik bahwa pemenuhan hak disabilitas harus hadir dalam kebijakan dan layanan.
Pada rangkaian yang sama, Pemkot Makassar menyerahkan penghargaan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial terbaik, kategori Disabilitas Menginspirasi, pekerja sosial dan pendamping sosial terfavorit, pilar sosial terbaik, serta Karang Taruna terbaik.
Kegiatan ini ditutup dengan ajakan agar semangat kesetiakawanan diterjemahkan menjadi program yang terasa sampai tingkat komunitas.
Makassar menegaskan target besarnya yakni pelayanan sosial yang setara, mudah diakses, dan tidak membiarkan warga berjalan sendiri.

















