banner DPRD Makassar 728x90
Berita

DVI Polda Sulsel Ambil Sampel DNA 3 Keluarga Korban ATR 42-500 Bulusaraung

Avatar of Sulsel Times
9
×

DVI Polda Sulsel Ambil Sampel DNA 3 Keluarga Korban ATR 42-500 Bulusaraung

Sebarkan artikel ini
Petugas DVI Biddokkes Polda Sulsel lakukan pengambilan sampel DNA keluarga korban ATR 42-500 di Makassar 19 Januari 2026.
Petugas DVI Biddokkes Polda Sulsel melakukan pengambilan sampel DNA keluarga korban untuk kebutuhan identifikasi forensik, dokumentasi istimewa.
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com Makassar, Senin, 19/01/2026 — Tiga keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, menjalani pengambilan sampel DNA di Posko Disaster Victim Identification atau DVI Biddokkes Polda Sulsel.

Ringkasnya…
  • Tiga keluarga korban ATR 42-500 menjalani pengambilan sampel DNA di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel
  • Sampel diambil dari keluarga inti untuk dicocokkan dengan data post mortem
  • Korban yang disebut dalam proses ante mortem adalah Esther, Florencia, dan Dwi
  • Jenis sampel yang diambil berupa swap dan darah sesuai standar DVI Polri
  • Polisi meminta keluarga bersabar menunggu hasil resmi identifikasi
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

banner DPRD Makassar 728x90

Pengambilan sampel dilakukan untuk memperkuat proses identifikasi korban melalui pencocokan data ante mortem dan post mortem.

Tim DVI Polda Sulsel menyatakan pemeriksaan masih berjalan sambil menunggu hasil lengkap pemeriksaan forensik dari laboratorium.

Pengambilan Sampel DNA untuk Pencocokan Data Korban

Ketua Tim Ante Mortem Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel dr Asnani Mars menjelaskan pengambilan sampel dilakukan terhadap keluarga inti korban.

dr Asnani Mars menyebut sampel itu menjadi pembanding penting dalam proses identifikasi forensik.

“Pengambilan sampel DNA dari pihak keluarga ini penting untuk proses identifikasi korban,” kata dr Asnani Mars, Senin, 19/01/2026.

dr Asnani Mars menyatakan sampel dari keluarga akan disandingkan dengan data post mortem yang dikumpulkan tim forensik.

Tiga keluarga yang sudah menjalani pengambilan sampel disebut berasal dari korban bernama Esther.

Korban Esther diketahui bekerja sebagai pramugari.

Untuk korban Esther, tim DVI mengambil sampel dari ayah korban bernama Bambang.

Untuk korban Esther, tim DVI juga mengambil sampel dari adik korban bernama Muhammad Tarmizi.

Keluarga korban berikutnya berasal dari korban bernama Florencia.

Korban Florencia juga diketahui bekerja sebagai pramugari.

Dalam proses itu, tim DVI mengambil sampel DNA dari orang tua korban bernama Natasya.

Korban ketiga yang disebut adalah Dwi.

Dwi diketahui bekerja sebagai teknisi pesawat.

Tim DVI menyatakan sampel dari keluarga korban Dwi sudah diamankan untuk tahapan pemeriksaan berikutnya.

Sampel Disimpan Ketat, Identifikasi Dilakukan Bertahap

dr Asnani Mars menegaskan seluruh sampel DNA yang diambil disimpan dengan prosedur ketat sesuai standar DVI Polri.

dr Asnani Mars mengatakan pencocokan dilakukan secara bertahap.

“Semua sampel DNA yang diambil telah disimpan dengan prosedur yang ketat,” kata dr Asnani Mars, Senin, 19/01/2026.

dr Asnani Mars menyebut jenis sampel yang dikumpulkan meliputi swap dan darah.

“Kami ambil sampel swap dan darah untuk kebutuhan data untuk nanti disandingkan,” kata dr Asnani Mars, Senin, 19/01/2026.

Polda Sulsel menyatakan proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih berlangsung.

Polisi meminta keluarga korban bersabar menunggu hasil resmi dari tim DVI.

Hasil identifikasi akan disampaikan setelah pencocokan data forensik dinyatakan lengkap.

Keseluruhan tahapan identifikasi menekankan ketelitian agar kepastian identitas korban dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow
banner Pemerintah Kota Makassar 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *