Bisnis

Laba Antam Naik 46% di Kuartal III, Ini Penyebabnya

Avatar of Sulsel Times
0
×

Laba Antam Naik 46% di Kuartal III, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Laba Antam Naik 46% di Kuartal III, Ini Penyebabnya
Laba Antam Naik 46% di Kuartal III, Ini Penyebabnya
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 28/10/2026 — PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan laba bersih sebesar Rp9,6 triliun pada kuartal III, melonjak 46% dari Rp6,61 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Ringkasnya…
  • Laba bersih kuartal III Rp9,6 triliun, naik 46% YoY
  • Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai Rp13,48 triliun, naik 45%
  • Penjualan bersih mencapai Rp88,48 triliun, tumbuh 23% secara tahunan
  • Kontribusi segmen nikel terhadap penjualan sebesar 19%, dengan pendapatan naik 52% menjadi Rp16,98 triliun
  • Total aset perusahaan naik 24% menjadi Rp59,74 triliun
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kenaikan laba didorong oleh pertumbuhan penjualan bersih sebesar 23% menjadi Rp88,48 triliun, dengan kontribusi terbesar dari pasar domestik yang menyumbang Rp83,86 triliun atau sekitar 95% dari total penjualan.

Scroll Kebawah
Advertisement

Laba kotor ANTAM naik 42% menjadi Rp15,56 triliun, sementara laba usaha melonjak 53% menjadi Rp12,05 triliun.

Menurut Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, Rabu, 28/10/2026, pencapaian ini mencerminkan kemampuan perusahaan mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri pertambangan.

Kinerja Pendapatan

Kontribusi segmen emas masih menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 77% terhadap total penjualan. Penjualan emas naik 17% menjadi Rp68,41 triliun dari Rp58,67 triliun pada tahun sebelumnya.

Volume penjualan emas mencapai 25.217 kg, sedangkan produksi emas dari tambang perusahaan tercatat 634 kg.

Segmen nikel, yang mencakup feronikel dan bijih nikel, menyumbang 19% terhadap total penjualan. Pendapatan segmen ini melonjak 52% menjadi Rp16,98 triliun dari Rp11,15 triliun.

Produksi bijih nikel mencapai 12,16 juta wet metric ton (wmt), dengan penjualan 10,73 juta wmt. Produksi feronikel tercatat 11.638 ton nikel dalam feronikel (TNi), sementara penjualannya naik 71% menjadi 13.971 TNi dari 8.182 TNi pada 9M25.

Segmen bauksit dan alumina berkontribusi 3% terhadap total penjualan dengan nilai Rp2,64 triliun, naik 35% dari Rp1,95 triliun.

Produksi bauksit mencapai 2 juta wmt, dengan penjualan tumbuh 49% menjadi 1,64 juta wmt dari 1,10 juta wmt.

Untuk alumina (chemical grade alumina), produksi naik 14% menjadi 153.399 ton, dan penjualan naik 9% menjadi 146.642 ton.

Performa Segmen

Dari sisi neraca, total aset ANTAM per kuartal III tahun ini mencapai Rp59,74 triliun, naik 24% dari Rp48,07 triliun pada kuartal III 2025.

Eksuitas perusahaan naik 17% menjadi Rp41,22 triliun dari Rp35,20 triliun.

Posisi likuiditas tetap kuat, dengan kas dan setara kas mencapai Rp10,54 triliun, tumbuh 14% dari Rp9,26 triliun.

Arus kas bersih dari aktivitas operasi naik 26% menjadi Rp5,06 triliun dari Rp4,02 triliun, didukung penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp87,92 triliun yang meningkat 29% dari Rp68,24 triliun.

Polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *