Sulseltimes.com, Gunung Prau, Jawa Tengah, Sabtu, 17/10/2026 — Sebuah video viral menunjukkan balita menangis sendirian di dalam tenda di kawasan Gunung Prau, Jawa Tengah, setelah ditinggal kedua orangtuanya yang mendaki ke puncak.
- Balita ditinggal sendirian di tenda Gunung Prau oleh kedua orangtuanya
- Video menunjukkan balita menangis selama sekitar 1,5 jam
- Pendaki mendengar tangisan, menghampiri tenda, dan menemani balita hingga orangtuanya kembali
- Ayah balita mengakui salah memperkirakan jarak menuju puncak
- Kejadian ini memicu perhatian warganet tentang keselamatan anak dalam kegiatan pendakian
Video tersebut diunggah melalui akun Instagram @leerotbkar. Setelah mendengar tangisan selama sekitar 1 jam, para pendaki memutuskan mendekati tenda. Mereka kemudian menemani balita tersebut sambil menunggu orang tuanya kembali.
Berdasarkan keterangan, balita itu diperkirakan sendirian di tenda selama sekitar 1,5 jam. Para pendaki mendengar tangisan tersebut selama kurang lebih 1 jam sebelum akhirnya mendekati tenda.
Kejadian
Dalam video yang beredar, para pendaki terlihat memberikan perhatian kepada balita yang berada di dalam tenda. Mereka merasa khawatir karena anak tersebut menangis cukup lama tanpa didampingi orang dewasa.
Salah seorang pendaki kemudian mengingatkan ayah balita agar tidak meninggalkan anak sendirian. “Dedenya nangis lama banget, lain kali jangan ditinggal, mas,” ujar perekam video kepada ayah balita tersebut.
Sang ayah kemudian menjelaskan bahwa mereka sebelumnya sudah melakukan persiapan. Ia mengaku mengira jarak menuju puncak tidak terlalu jauh. “Iya, mas, tadi sudah prepare, mas. Kita kan sudah panik, maksudnya cek dikira dekat kan, ternyata jauh, makanya saya langsung pulang duluan,” kata sang ayah.
Reaksi Warganet
Video tersebut mengundang beragam reaksi dari pengguna media sosial. Banyak warganet menyayangkan keputusan orang tua meninggalkan balita sendirian demi melanjutkan perjalanan menuju puncak.
Beberapa menilai keselamatan anak semestinya menjadi prioritas utama dalam kegiatan pendakian. “Banyak ortu stress yaaa, demi konten demi story sampe ninggalin anak,” tulis @ra**.
Di sisi lain, keberadaan pendaki lain yang bersedia menghampiri dan menemani balita tersebut mendapat perhatian. Mereka memuji aksi para pendaki lainnya.
Mendaki gunung bersama anak kecil membutuhkan pertimbangan khusus, mulai dari kondisi cuaca, suhu lingkungan, kebutuhan makan dan minum, hingga pengawasan sepanjang perjalanan. Meninggalkan balita sendirian di dalam tenda juga berisiko karena anak belum mampu menangani keadaan darurat secara mandiri.
Kejadian di Gunung Prau ini menjadi pengingat bahwa keselamatan seluruh anggota rombongan, terutama anak-anak yang membutuhkan perlindungan ekstra, harus tetap menjadi prioritas utama.







