Sulseltimes.com, Paris, Rabu, 14/10/2026 — Serangan siber mengganggu sistem pendingin sedikitnya 350 supermarket di Prancis dan menyebabkan bahan pangan rusak di sejumlah toko.
- Sedikitnya 350 supermarket di Prancis terdampak serangan siber
- Penyerang mengubah pengaturan suhu dan siklus pencairan es
- Sejumlah toko melaporkan bahan pangan rusak dan insiden panas berlebih
- Penyelidikan menemukan perangkat dengan perangkat lunak lama dan antarmuka terbuka
- Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab
Jaringan yang terdampak mencakup Intermarché, Carrefour, Monoprix, dan Coopérative U.
Penyerang mengambil alih pengaturan jarak jauh pada sistem pendingin dan mengubah suhu serta siklus pencairan es.
Suhu pada sebagian perangkat dilaporkan meningkat hingga sekitar 50 derajat Celsius.
Kondisi tersebut memaksa toko membuang produk segar dan beku yang tidak lagi aman dijual.
Beberapa lokasi juga melaporkan panas berlebih dan kebakaran yang sedang diperiksa kaitannya dengan gangguan sistem.
Badan keamanan siber Prancis dan unit kejahatan siber Kejaksaan Paris menyelidiki insiden tersebut.
Penyelidikan awal menemukan sejumlah pengendali pendingin menggunakan perangkat lunak lama atau memiliki antarmuka yang dapat diakses melalui internet.
Perangkat dari Danfoss, Copeland, dan Dixell termasuk yang disebut dalam rangkaian pemeriksaan.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab dan belum ditemukan permintaan tebusan.











