InternasionalTeknologi

Aturan Pemerintah AS Bikin Ribuan ATM Bitcoin Tutup, Bitcoin Depot Bangkrut

Avatar of Sulsel Times
0
×

Aturan Pemerintah AS Bikin Ribuan ATM Bitcoin Tutup, Bitcoin Depot Bangkrut

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi ATM Bitcoin terkait aturan pemerintah AS dan kebangkrutan Bitcoin Depot
Ilustrasi ATM Bitcoin. Foto GENERAL BYTES via Unsplash.
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Senin, 28 September 2026 — Aturan pemerintah negara bagian di Amerika Serikat yang makin ketat terhadap ATM Bitcoin ikut menekan Bitcoin Depot hingga bangkrut dan membuat lebih dari 9.000 kios kripto miliknya berhenti beroperasi.

Ringkasnya…
  • Aturan negara bagian AS memperketat operasi ATM Bitcoin
  • Bitcoin Depot masuk Chapter 11 pada 17 Mei 2026
  • Lebih dari 9.000 kios Bitcoin Depot dibuat offline
  • Pendapatan kuartal I 2026 turun 49,2 persen
  • Sekitar 2.446 kios kini masuk proses akuisisi Bitcoin Bancorp
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kasus ini bukan penutupan ATM bank konvensional, melainkan jaringan Bitcoin teller machine atau BTM yang digunakan untuk menukar uang tunai menjadi Bitcoin.

Scroll Kebawah
Advertisement

Bitcoin Depot merupakan salah satu operator ATM Bitcoin terbesar di Amerika Utara dengan sekitar 9.700 kios aktif pada akhir 2025 dan pangsa pasar sekitar 23 persen di Amerika Serikat.

Penutupan jaringan sebenarnya berlangsung setelah Bitcoin Depot mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 pada 17 Mei 2026 di Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat untuk Distrik Selatan Texas.

Perusahaan menyatakan proses tersebut dilakukan untuk menghentikan operasi secara teratur dan memfasilitasi penjualan aset.

Dalam keterangan resmi perusahaan, CEO Bitcoin Depot Alex Holmes mengatakan lingkungan regulasi bagi operator ATM Bitcoin berubah signifikan karena negara-negara bagian menerapkan kewajiban kepatuhan yang lebih ketat, batas transaksi baru, serta pembatasan operasi di sejumlah wilayah.

Aturan Pemerintah Membatasi Transaksi dan Biaya ATM Bitcoin

Dokumen perusahaan kepada Securities and Exchange Commission menunjukkan regulasi negara bagian dan pemerintah lokal yang melarang atau membatasi ATM Bitcoin, membatasi biaya, serta menekan nilai transaksi telah berdampak langsung terhadap bisnis Bitcoin Depot.

Bitcoin Depot juga memperketat proses Know Your Customer dan kontrol kepatuhan internal untuk menekan risiko penipuan.

Pada 2025, perusahaan mencatat sedikitnya 14 negara bagian di Amerika Serikat mengesahkan regulasi terkait virtual currency kiosk.

Di Maine, aturan yang berlaku sejak Juni 2025 membatasi transaksi ATM kripto maksimal US$1.000 per pelanggan per hari.

Biaya transaksi di negara bagian itu juga dibatasi pada nilai yang lebih besar antara US$5 dan 3 persen dari nilai transaksi.

Aturan Maine turut mewajibkan perlindungan konsumen dan membuka mekanisme pengembalian dana untuk transaksi tertentu yang berkaitan dengan penipuan.

Pada Januari 2026, regulator Maine mengumumkan kesepakatan senilai US$1,9 juta dengan Bitcoin Depot untuk membantu mengganti kerugian warga yang menjadi korban penipu pihak ketiga melalui kios perusahaan.

Vermont juga memberlakukan batas transaksi US$2.000 per hari bagi pelanggan baru dan US$5.000 bagi pelanggan lama, disertai kewajiban verifikasi identitas dan pembatasan biaya.

Tekanan yang lebih langsung terjadi di Connecticut.

Regulator perbankan Connecticut pada 9 Maret 2026 menerbitkan perintah penangguhan dan tindakan penegakan terhadap Bitcoin Depot, termasuk proses terkait izin money transmission.

Bitcoin Depot kemudian menghentikan operasi seluruh kiosnya di Connecticut pada hari yang sama.

Gelombang regulasi itu berkembang ketika otoritas Amerika Serikat menghadapi lonjakan penipuan yang memanfaatkan ATM kripto.

Data Internet Crime Complaint Center milik FBI mencatat 13.460 pengaduan terkait cryptocurrency kiosk sepanjang 2025 dengan kerugian mencapai US$388,98 juta.

Jumlah pengaduan naik 23 persen dibanding tahun sebelumnya, sedangkan nilai kerugian melonjak 58 persen.

Lebih dari separuh pengaduan melibatkan korban berusia di atas 50 tahun dengan total kerugian lebih dari US$302 juta.

Jaksa Agung Massachusetts juga menggugat Bitcoin Depot pada Februari 2026 atas dugaan praktik yang merugikan konsumen dan tuduhan bahwa jaringan kios perusahaan banyak digunakan dalam skema penipuan.

Perkara tersebut merupakan gugatan yang masih harus dibuktikan melalui proses hukum dan tidak dapat diperlakukan sebagai putusan bersalah terhadap perusahaan.

Pendapatan Anjlok, 9.000 Lebih Kios Dibuat Offline

Dampak regulasi dan penguatan kontrol kepatuhan terlihat tajam pada kinerja Bitcoin Depot pada awal 2026.

Data awal perusahaan untuk kuartal pertama 2026 menunjukkan pendapatan turun US$80,7 juta atau 49,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba kotor merosot 85,5 persen menjadi US$4,5 juta dari US$31,2 juta.

Bitcoin Depot juga berbalik membukukan rugi bersih US$9,5 juta setelah pada kuartal pertama 2025 masih mencatat laba bersih US$12,2 juta.

Kas dan setara kas perusahaan turun menjadi US$44 juta pada akhir Maret 2026 dari US$65,6 juta pada akhir Desember 2025.

Perusahaan juga mengungkap telah mencatat lebih dari US$20 juta beban putusan hukum pada kuartal keempat 2025 dan terus mengeluarkan sumber daya besar untuk menangani litigasi.

Manajemen kemudian menyatakan terdapat keraguan substansial terhadap kemampuan perusahaan mempertahankan kelangsungan usaha.

Enam hari setelah pengungkapan kondisi keuangan tersebut, Bitcoin Depot masuk Chapter 11 dan seluruh jaringan BTM perusahaan dibuat offline.

Perkembangan terbaru pada September 2026 menunjukkan sebagian aset Bitcoin Depot mulai berpindah tangan.

Bitcoin Bancorp pada 9 September 2026 diumumkan sebagai successful bidder untuk sekitar 2.446 ATM Bitcoin beserta kontrak lokasi, inventaris suku cadang, merek, paten, teknologi, dan domain BitcoinDepot.com.

Transaksi itu berarti sebagian mesin yang sebelumnya berhenti beroperasi berpotensi kembali digunakan di bawah pemilik baru, meski tidak seluruh jaringan Bitcoin Depot otomatis kembali aktif.

Kasus Bitcoin Depot menunjukkan dampak nyata ketika regulasi ATM kripto diperketat di berbagai negara bagian Amerika Serikat.

Aturan transaksi, pembatasan biaya, kewajiban perlindungan konsumen, dan penegakan terhadap risiko penipuan ikut menekan model bisnis perusahaan hingga akhirnya jaringan ribuan kios dihentikan dan asetnya dijual melalui proses kebangkrutan.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *