Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 18/09/2026 — Pengusaha keramik mengeluhkan pembatasan pasokan gas bumi oleh PGN karena mengancam keberlangsungan produksi industri yang bergantung pada gas sebagai sumber energi.
- Gas menjadi sumber bahan bakar utama dalam produksi keramik
- Biaya gas menjadi komponen terbesar dalam proses produksi
- Pembatasan pasokan dan kenaikan harga menekan biaya serta mengganggu produksi
- Harga gas industri turun dari USD 20 per MMBTU menjadi USD 13 per MMBTU
- Industri berharap pemerintah memberi dukungan dan solusi
Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto mengatakan gas tidak memiliki pengganti sebagai bahan bakar utama dalam produksi keramik.
Menurutnya, ketika pasokan dibatasi dan harga melonjak, tekanan biaya serta gangguan produksi dapat mengancam bisnis.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menurunkan harga gas industri dari USD 20 per MMBTU menjadi USD 13 per MMBTU sekaligus memberikan kepastian pasokan.
Namun, pembatasan pasokan tetap menjadi tantangan. Industri berharap pemerintah memberikan dukungan dan solusi atas persoalan pasokan gas industri.







