Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 15/09/2026 — BP BUMN mengalokasikan dana Rp456 miliar dari BPI Danantara untuk melanjutkan pembangunan proyek LRT City yang sempat mandek, dengan target menyelesaikan 12 titik lokasi.
- Dana Rp456 miliar dari BPI Danantara
- Proyek LRT City dengan 12 titik lokasi
- BP BUMN, ADHI, dan ADCP
- Kantor BP BUMN
- Proyek mandek yang akan dilanjutkan
Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf mengatakan suntikan dana tersebut digunakan untuk melanjutkan pembangunan proyek yang sebelumnya terhenti. Ia mengakui bahwa sejumlah unit belum rampung dan ada proyek yang belum sama sekali dibangun.
“Memang kita ada rencana membangun semuanya di 12 unit itu, di 12 titik itu, di 12 lokasi,” kata Aminuddin usai menghadiri pertemuan dengan perwakilan konsumen, BP BUMN, Adhi Karya, dan ADCP di Kantor BP BUMN, Selasa, 15/09/2026.
ADCP Diberi Tenggat Waktu Inventarisasi Unit
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) selaku induk pengembang proyek LRT City menugaskan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) untuk melakukan inventarisir jumlah unit yang belum diserahterimakan.
Aminuddin mengatakan pertemuan lanjutan dan finalisasi persoalan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia menyampaikan bahwa sejauh ini belum ada pilihan pengembalian dana atau refund bagi konsumen.
Akan Kunjungi Seluruh 12 Lokasi
Aminuddin berencana mengunjungi seluruh 12 lokasi LRT City untuk mengidentifikasi titik yang layak dilanjutkan pembangunannya. Langkah tersebut diambil agar pembangunan dapat diprioritaskan sesuai kondisi lapangan.
Pemerintah melalui BP BUMN terus mendorong percepatan penyelesaian proyek LRT City agar manfaat infrastruktur tersebut dapat dirasakan masyarakat.







