Bisnis

Proyeksi Laba PT Timah Semester II-2026 Berpotensi Naik, Proyek LTJ Masih Tahap Riset

Avatar of Sulsel Times
0
×

Proyeksi Laba PT Timah Semester II-2026 Berpotensi Naik, Proyek LTJ Masih Tahap Riset

Sebarkan artikel ini
Proyeksi Laba PT Timah Semester II-2026 Berpotensi Naik, Proyek LTJ Masih Tahap Riset
Proyeksi Laba PT Timah Semester II-2026 Berpotensi Naik, Proyek LTJ Masih Tahap Riset
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 15/09/2026 — Manajemen PT Timah (Persero) Tbk atau TINS memproyeksikan laba bersih Semester II-2026 berpotensi setara atau lebih tinggi dari Semester I-2026. Optimisme itu didukung harga timah yang kuat dan masih terjaganya margin meski biaya produksi naik.

Ringkasnya…
  • Laba bersih Semester II-2026 berpotensi setara atau melampaui Semester I-2026
  • Cash cost Semester I-2026 US$ 22.435 per metrik ton dan diproyeksikan US$ 23.000-24.000 per metrik ton pada akhir 2026
  • Manajemen PT Timah (Persero) Tbk
  • Kinerja Semester I dan proyeksi hingga akhir 2026
  • Margin tetap terjaga karena kenaikan harga jual timah lebih tinggi daripada biaya
  • Proyek LTJ masih dalam riset dan pencarian mitra pengelola
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Manajemen PT Timah menyampaikan hal tersebut setelah meninjau kinerja perusahaan pada Semester I-2026 dan perkembangan pasar logam timah.

Scroll Kebawah
Advertisement

Perusahaan juga melihat Peraturan Presiden 79/2026 sebagai pemicu perbaikan tata kelola pertambangan timah dari hulu hingga hilir.

Peraturan tersebut diharapkan membuka ruang pertumbuhan produksi bijih timah, khususnya di area operasi Belitung.

Proyeksi Biaya Produksi dan Belanja Modal

Cash cost PT Timah pada Semester I-2026 tercatat US$ 22.435 per metrik ton.

Manajemen memproyeksikan angka tersebut naik menjadi US$ 23.000-24.000 per metrik ton pada akhir 2026.

Kenaikan biaya terutama dipengaruhi harga bahan bakar minyak yang juga mendorong naiknya biaya bahan baku dan suku cadang.

Manajemen menilai margin perusahaan tetap terjaga karena kenaikan harga jual timah lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi.

Untuk belanja modal 2026, PT Timah menargetkan Rp 446 miliar.

Sebesar 90 persen alokasi tersebut digunakan untuk operasi, produksi, dan eksplorasi. Sisa 10 persen dialokasikan untuk investasi non-rutin, termasuk transformasi sistem Enterprise Resource Planning dari ERP ECC 6 ke SAP ERP for S/4HANA.

Permintaan Global dan Proyeksi Harga Timah

Menurut paparan manajemen, konsumsi timah global hingga Juli 2026 mencapai 179 ribu ton.

Produksi global pada Semester I-2026 baru mencapai 173 ribu ton sehingga menciptakan jarak sekitar 3 persen antara konsumsi dan produksi.

PT Timah memproyeksikan harga timah bertahan pada kisaran US$ 47.000-55.000 per ton pada 2026 dan tahun berikutnya.

Proyeksi itu mempertimbangkan belum adanya ekspansi kapasitas signifikan dari produsen logam timah dunia.

Konsumsi domestik timah masih berkisar 4.000-5.000 ton per tahun dan belum menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Manajemen menekankan dorongan industrialisasi timah di dalam negeri agar pemanfaatan mineral tersebut dapat mendukung industri semikonduktor, laptop, komputer pribadi, dan ponsel.

Status Proyek Logam Tanah Jarang

Proyek logam tanah jarang atau rare earth element atau LTJ masih berada pada tahap riset dan pengembangan.

PT Timah mencari mitra teknologi untuk mengelola cadangan di wilayah izin usaha pertambangan perusahaan, termasuk Bangka Belitung.

Perusahaan saat ini sedang menjajaki sekitar tiga calon mitra.

Pemetaan cadangan dilakukan melalui kerja sama dengan PERMINAS dan Badan Investasi Mineral.

PT Timah menargetkan mitra pengelola LTJ mulai terlihat pada 2026.

Monetisasi proyek baru akan dibahas setelah riset cadangan dan teknologi serta skema belanja modal disepakati bersama mitra.

Status terbaru proyek LTJ masih menunggu hasil riset, validasi cadangan, dan kesepakatan dengan mitra. Sementara itu, laba Semester II-2026 tetap bergantung pada harga timah, biaya produksi, dan pencapaian target operasional.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *