Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 15/09/2026 — Anthropic melaporkan lima kasus penyalahgunaan chatbot Claude untuk riset yang berpotensi digunakan mengembangkan senjata biologis.
- Lima kasus riset mencurigakan
- 35 upaya terdeteksi antara November 2025–September 2026
- Claude diblokir Mei 2026
- Global, termasuk AS
- Potensi risiko senjata biologis
Temuan ini diungkap dalam laporan intelijen ancaman terbaru perusahaan, “Countering misuse of AI: September 2026,” kata juru bicara Anthropic, Selasa, 15/09/2026.
Rincian Kasus
Kasus pertama melibatkan permintaan proposal hibah untuk memodifikasi virus chikungunya agar lebih menular dan sulit terdeteksi kekebalan tubuh.
Kasus kedua terkait riset adaptasi virus flu burung (H5N1) untuk menginfeksi mamalia. Pelaku disebut bekerja bertahap selama berminggu-minggu.
Kasus ketiga adalah proposal lengkap tentang cara menghindari deteksi orthopoxvirus, kelompok virus yang mencakup cacar (variola) dan mpox.
Dua kasus terakhir adalah upaya memetakan racun alami dan merekayasa ulang struktur toksin. Salah satunya terhubung dengan institusi riset yang punya kaitan dengan kepentingan militer suatu negara.
Tanggapan dan Langkah Pengamanan
Anthropic memblokir seluruh akun yang terlibat pada Mei 2026 dan membagikan temuan ke otoritas terkait serta perusahaan AI lain. Perusahaan juga memperketat sistem pengaman pada model-model terbarunya.
“Sebagai langkah kehati-hatian, kami telah meluncurkan model-model terbaru dengan pengaman lebih ketat. Pengaman ini membatasi akses ke berbagai jenis permintaan riset biologis yang berpotensi disalahgunakan (dual-use),” kata juru bicara Anthropic, Selasa, 15/09/2026.
Niat akhir pelaku tidak selalu jelas, tetapi Anthropic memilih langkah preventif. Akun yang polanya dianggap berisiko tinggi tetap diblokir, ketimbang menunggu bukti niat jahat yang lebih pasti.
Penyalahgunaan AI untuk riset senjata biologis, kata Anthropic, adalah salah satu risiko paling serius yang dihadapi industri AI saat ini.







