Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 28/08/2026 — PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) menargetkan laba bersih 2026 naik 46,18% ke Rp44,16 miliar didorong diversifikasi bisnis ke sektor non-otomotif mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- PART targetkan laba 2026 naik 46,18% ke Rp44,16 miliar
- Pendapatan target Rp413,62 miliar naik 11,91%
- Diversifikasi ke peralatan MBG dan pertanian
- Laba Juni 2026 Rp9,11 miliar
- Bisnis otomotif tetap fondasi utama
Emiten komponen otomotif itu memproyeksikan pendapatan 2026 mencapai Rp413,62 miliar, meningkat sekitar 11,91% dari realisasi 2025.
Laba bersih 2025 tercatat sebesar Rp30,21 miliar menjadi basis perbandingan target tahun depan.
“Langkah diversifikasi ini tidak mengubah fokus PART pada bisnis otomotif yang tetap menunjukkan pertumbuhan positif di kisaran 5-15% per tahun,” kata Direksi PART dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat, 28/08/2026.
Bisnis non-otomotif diposisikan sebagai complementary growth engine dengan tingkat pertumbuhan lebih tinggi dan peluang pasar yang semakin luas.
Diversifikasi Mendukung Program MBG
Saat ini bisnis non-otomotif PART mencakup produksi mesin pertanian serta peralatan rumah tangga terkait program pemerintah dan non-pemerintah di sektor pertanian serta industri makanan minuman.
Pengembangan bisnis baru dimulai sejak semester II 2025.
PART sebelumnya mengumumkan penetapan KBLI baru untuk produk Tray Food berbasis komponen dalam negeri atau full TKDN.
Latar belakang penambahan KBLI didorong tingginya persaingan manufaktur dan permintaan Tray Food untuk mendukung program MBG.
“Diversifikasi yang kami lakukan bukan untuk meninggalkan bisnis otomotif, tetapi untuk memperkuat PART melalui sumber pertumbuhan baru,” kata Direktur PART Tjoeng Rino Saputra alias Ayung, Jumat, 28/08/2026.
Ia menambahkan perseroan menjaga bisnis komponen otomotif sebagai fondasi utama sambil mengembangkan kemampuan fabrikasi untuk peluang non-otomotif.
Per Juni 2026 PART membukukan pendapatan Rp177,64 miliar dengan laba bersih Rp9,11 miliar, naik tipis dari periode sama tahun lalu sebesar Rp8,56 miliar.







