Sulseltimes.com, Makassar, Senin, 24/08/2026 — Dinas Perhubungan Kota Makassar menerapkan rekayasa lalu lintas di enam ruas jalan guna mendukung defile Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korpri Nasional 2026.
- Dishub Makassar terapkan rekayasa lalu lintas 6 ruas jalan
- Mendukung defile MTQ VIII Korpri Nasional 2026
- Kepala Dishub Muhammad Rheza
- Mulai Senin 24/08/2026 di kawasan Benteng Rotterdam hingga Kajolalido
- Pengalihan arus dan titik parkir disiapkan untuk menjaga mobilitas
Pengaturan arus tersebut mulai diberlakukan Senin, 24 Agustus 2026. Enam ruas yang dimasukkan skema rekayasa meliputi kawasan Benteng Rotterdam, Jalan Riburane, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Kartini, dan Jalan Kajolalido.
“Kita rekayasa jalannya di seputaran Benteng Rotterdam, Riburane, dan Ahmad Yani, termasuk juga Sudirman, Kartini, dan Kajolalido,” kata Kepala Dishub Makassar Muhammad Rheza, Senin, 24/08/2026.
Rheza menjelaskan pengaturan arus ditujukan untuk memperlancar defile peserta MTQ. Dishub berupaya meminimalkan gangguan aktivitas masyarakat.
Pengaturan Khusus Jalan Penghibur dan Bundaran Tugu Mandiri
Khusus Jalan Penghibur di depan Benteng Rotterdam, Dishub tidak menutup seluruh ruas. Akses tetap dibuka karena merupakan jalur utama menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
“Kita rencana membagi dua jalanan di situ. Karena kita tidak bisa menutup full karena itu akses utama menuju bandara,” ujarnya.
Arus kendaraan akan dipisahkan menggunakan barrier. Satu bagian untuk kendaraan menuju Nusantara, bagian lain untuk jalur defile.
Di kawasan Bundaran Tugu Mandiri, Dishub menerapkan sistem buka-tutup arus mengikuti pergerakan defile. Sejumlah ruas lain berpotensi ditutup penuh, antara lain Jalan Riburane menuju Karebosi dan ruas di depan Balai Kota menuju Karebosi.
Titik Parkir dan Jalur Alternatif
Jalan Kajolalido disiapkan sebagai lokasi parkir bus peserta. Jalan Kartini dan Jalan Sudirman juga dimanfaatkan sebagai area parkir dengan pengawasan petugas.
“Sedangkan Jalan Kartini dan Jalan Sudirman juga dimanfaatkan sebagai area parkir dengan pengawasan petugas guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan,” terangnya.
Untuk pengalihan arus, kendaraan dari arah Nusantara diarahkan lurus menuju kawasan Benteng Rotterdam lalu ke Somba Opu. Kendaraan dari arah Jalan Somba Opu dan Pantai Losari diarahkan menuju Nusantara tanpa berbelok ke Jalan Riburane.
Pengendara dari Jalan Hasanuddin yang hendak menuju Balai Kota dapat memakai jalur alternatif melalui Jalan Somba Opu atau berbelok ke Jalan Thamrin, kemudian Amangappa dan menuju Jalan Sudirman.
Dishub memetakan titik potensi kepadatan di kawasan Jalan Hasanuddin-Patimura serta Jalan Penghibur menuju Tugu Mandiri.
“Kami mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan di Kota Makassar untuk Senin sore agar menghindari Jalan Penghibur sekitar Benteng Rotterdam, kemudian Jalan Riburane dan Jalan Ahmad Yani karena akan ada kegiatan penutupan dan pengaturan lalu lintas dalam rangka MTQ,” ucap Rheza.
Rekayasa tersebut merupakan bagian dukungan Pemkot Makassar sebagai tuan rumah. Masyarakat yang tidak berkepentingan diminta memilih jalur alternatif selama pengaturan berlangsung.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami pengaturan tersebut dan memilih jalur alternatif agar mobilitas tetap berjalan lancar selama rangkaian kegiatan berlangsung,” harapnya.









