Sulseltimes.com, Toraja Utara, Senin, 24/08/2026 — BPBD Kabupaten Toraja Utara mengedukasi ratusan anggota Pramuka Kwartir Ranting Sanggalangi terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta kesiapsiagaan bencana di musim kemarau.
- BPBD Toraja Utara edukasi ratusan Pramuka cegah Karhutla
- Ratusan peserta SD dan SMP
- Sekretaris BPBD Faustina dan Koordinator Yunus Pabuke
- Sabtu lalu di Lapangan SD Negeri 3 Sanggalangi
- Meningkatkan kesiapsiagaan dan peduli lingkungan sejak dini
Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangkaian Perkemahan Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Sanggalangi di Lapangan SD Negeri 3 Sanggalangi, Lembang Tanding La’bo, Kecamatan Sanggalangi, Sabtu lalu.
Ratusan peserta dari berbagai sekolah tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama mengikuti pemaparan mengenai jenis bencana, langkah pencegahan, serta tindakan saat kondisi darurat.
Sekretaris BPBD Toraja Utara, Faustina, menjelaskan berbagai jenis bencana alam dan sosial serta langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.
Edukasi ini menjadi penting mengingat musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Selain penyampaian materi, BPBD juga mengemas edukasi melalui permainan dan kuis interaktif dengan hadiah makanan ringan hingga uang tunai, sehingga peserta antusias mengikuti rangkaian acara.
Tujuan Kegiatan dan Pendidikan Karakter
Koordinator Perkemahan Pramuka Kwartir Ranting Sanggalangi, Yunus Pabuke, menyatakan keterlibatan BPBD bertujuan memberikan pengetahuan pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Kegiatan ini bertujuan bagaimana cara menghadapi bencana, seperti saat sekarang ini musim kemarau (El Nino), banyak terjadi Karhutla, bagaimana bisa mencegah dan siaga saat terjadi bencana,” kata Yunus Pabuke, Koordinator Perkemahan Pramuka Kwartir Ranting Sanggalangi, Senin, 24/08/2026.
Menurut Yunus, perkemahan tidak hanya berorientasi aktivitas alam terbuka, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter bagi siswa.
Melalui Pramuka, peserta diharapkan lebih mengenal lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap alam, serta membangun kemandirian sejak dini.
Edukasi kebencanaan diharapkan membuat peserta mampu berperan dalam upaya pencegahan bencana di lingkungan keluarga dan masyarakat, terutama mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.















