Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 24/07/2026 — PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) menjawab permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia terkait volatilitas harga saham dengan menegaskan tidak ada informasi material yang tersembunyi.
- KOKA menjawab surat BEI soal volatilitas saham
- Manajemen tegaskan tidak ada info material tersembunyi
- Kenaikan harga didorong optimisme soal pemegang saham baru
- Perseroan sudah ungkap seluruh transaksi MoU CSPA SPA
- Tidak ada rencana aksi korporasi 3 bulan ke depan
KOKA Buka Suara Soal Volatilitas Saham
Perseroan menyampaikan penjelasan melalui surat nomor 016.0011/CS/KOKA-IND/VII/2026.
Surat itu menjawab permintaan BEI nomor S-08733/BEI.PP1/07-2026 perihal volatilitas transaksi efek perseroan.
Alasan Kenaikan Harga dan Pengungkapan Transaksi
Corporate Secretary & Legal Koka Indonesia Muhammad Fikri Adzkiya menjelaskan kenaikan harga saham didorong sentimen optimis investor terkait masuknya pemegang saham baru.
Seluruh rangkaian transaksi telah diungkapkan tepat waktu sesuai ketentuan berlaku.
Transaksi dimulai dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) lalu Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) hingga Sale and Purchase Agreement (SPA).
“Sampai dengan tanggal penyusunan surat ini tidak terdapat informasi material atau fakta material yang belum diungkapkan yang dapat memengaruhi harga saham atau memengaruhi keputusan investasi para investor,” kata Muhammad Fikri Adzkiya, Corporate Secretary & Legal Koka Indonesia, Jumat, 24/07/2026.
Kepemilikan Saham Baru dan Rencana ke Depan
Terkait aktivitas kepemilikan perseroan telah mengirimkan tiga laporan kepemilikan saham kepada otoritas dan publik.
Laporan tersebut berkaitan dengan kepemilikan Ling Sun PT Kreatif Konstruksi Indonesia dan Jinfeng Gao.
Ketiganya merupakan tindak lanjut pengungkapan informasi penandatanganan SPA.
Perseroan memastikan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam tiga bulan ke depan yang berdampak status pencatatan.
Terkait rencana pemegang saham utama pengungkapan informasi perubahan kepemilikan setelah periode lock-up telah disampaikan resmi.
Manajemen berkomitmen akan segera mengungkapkan ke publik apabila terjadi perubahan kepemilikan saham.







