Bisnis

IHSG Gaspol 1,74% ke 6.340, Catat 9 Hari Beruntun di Zona Hijau

Avatar of Sulsel Times
0
×

IHSG Gaspol 1,74% ke 6.340, Catat 9 Hari Beruntun di Zona Hijau

Sebarkan artikel ini
IHSG Gaspol 1,74% ke 6.340, Catat 9 Hari Beruntun di Zona Hijau
IHSG Gaspol 1,74% ke 6.340, Catat 9 Hari Beruntun di Zona Hijau
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Selasa, 21/07/2026 — IHSG melesat 1,74 persen ke level 6.340,02 pada penutupan perdagangan Selasa didorong pengesahan RUU PFII dan sentimen positif pasar.

Ringkasnya…
  • IHSG naik 1,74% ke 6.340,02
  • Volume 51,06 miliar lembar nilai Rp 21,50 triliun
  • 9 hari perdagangan beruntun hijau
  • DPR mengesahkan RUU PFII
  • Sektor utilitas dan properti pimpin kenaikan
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Rel IHSG Diperpanjang Pengesahan RUU PFII

Indeks Harga Saham Gabungan mencatat kenaikan pada 14 dari 15 hari perdagangan terakhir.

Scroll Kebawah
Advertisement

Sejak terakhir melemah pada awal Juli IHSG telah menguat 7,93 persen.

Kinerja month-to-date Juli menunjukkan penguatan 12,35 persen.

Pengesahan Rancangan Undang-Undang Pusat Financial Internasional Indonesia oleh DPR menjadi katalis utama hari ini.

Volume perdagangan mencapai 51,06 miliar lembar saham dengan nilai Rp 21,50 triliun.

Frekuensi perdagangan tercatat 2,94 juta kali.

Sebanyak 421 saham menguat sementara 205 saham stagnan dan 169 saham melemah.

Sektor Utilitas dan Properti Pimpin Kenaikan

Berdasarkan data Refinitiv sektor utilitas menguat 4,68 persen memimpin kenaikan.

Sektor properti naik 3,97 persen diikuti barang baku 3,53 persen dan energi 2,95 persen.

Sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang melemah pada perdagangan hari ini.

Emiten penggerak utama adalah Amman Mineral Internasional dengan kontribusi 11,82 indeks poin.

Bank Rakyat Indonesia menyumbang 7,31 indeks poin dan Dian Swastatika Sentosa 10,74 indeks poin.

Pelaku Pasar Perhatikan RDG BI dan Geopolitik

Perhatian pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan menentukan arah suku bunga.

OJK menyatakan perbankan nasional masih solid dengan pertumbuhan kredit 11,5 persen tahunan.

Dari sisi eksternal konflik Timur Tengah memicu kekhawatiran pasokan energi global.

Kelompok Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi mendorong harga minyak menguat.

Bank Sentral China mempertahankan suku bunga Loan Prime Rate.

Indeks dolar AS dan imbal hasil US Treasury menguat berpotensi menekan aliran dana ke pasar negara berkembang.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *