Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, 16/07/2026 — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan segera menguat dalam waktu dekat. Ia menekankan penguatan ekonomi domestik dan stabilitas sosial politik sebagai kunci utama menghadapi tekanan global.
- Optimisme Menkeu Purbaya
- Rupiah diperkirakan menguat
- Fokus pada UMKM dan stabilitas
- Proyeksi S&P ke angka 17 ribu
- Arahan Presiden turunkan bunga pinjaman
Optimisme di Tengah Tekanan Global
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih bergerak fluktuatif di kisaran 18.071 per dolar AS.
Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan ada beberapa sentimen global yang tidak bisa dikendalikan pemerintah.
“Memang ada beberapa sentimen global di pasar dunia yang kita tak bisa kendalikan,” ucapnya di sela peluncuran Becak Listrik dan pembukaan Pasar UMi 2026 di Yogyakarta, Kamis, 16/07/2026.
Kendati demikian, Purbaya menegaskan kuncinya adalah memastikan roda ekonomi dalam negeri, khususnya sektor UMKM, tetap bergerak.
Menurutnya, penguatan rupiah merupakan konsekuensi logis dari pertumbuhan ekonomi yang sehat dan stabilitas sosial politik yang konsisten.
Fokus pada UMKM dan Arahan Presiden
Keberadaan dan pertumbuhan UMKM yang kokoh menjadi fondasi utama menjaga iklim sosial politik kondusif dan menarik investor internasional.
“Lama-lama juga rupiah akan menguat. Karena orang akan berinvestasi di tempat yang ekonominya tumbuh dengan baik dan stabilitas sosial politiknya terjaga,” kata Purbaya.
Purbaya menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penurunan bunga pinjaman bagi usaha mikro dari 22 persen menjadi 8 persen.
“Itu salah satu indikasi keberpihakan Bapak Presiden Prabowo terhadap ekonomi Indonesia, terutama ekonomi rakyat dan UMKM,” tutur Purbaya.
Proyeksi Lembaga Pemeringkat
Lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) dalam rilis resminya memproyeksikan rupiah akan menguat ke angka 17 ribu per dolar AS.
“Kalau Anda lihat rilis dari S&P kemarin, itu disebutkan juga rupiah akan menguat ke angka 17 ribu, ke arah yang sesuai dengan target kita,” ujar Purbaya.
Purbaya meyakini kondisi ekonomi global yang membaik akan memberikan prospek lebih cerah bagi Indonesia, terutama dalam peningkatan volume investasi.
Menurutnya, investor global akan kembali mengalihkan modal ke negara berkembang seperti Indonesia setelah situasi pasar global melandai.
“Jadi prospek kita lebih bagus, kalau prospek bagus, investment global meningkat,” kata Purbaya.
Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. “Jadi seharusnya sih tak lama lagi rupiah akan menguat,” ujarnya.












