Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, 16/07/2026 — Kisah haru pasangan suami istri asal Sumenep, Madura, yang menanti momongan selama 22 tahun akhirnya berujung bahagia setelah mereka dikaruniai bayi kembar laki-laki dan perempuan.
- Pasangan Mina dan Yusuf menanti anak 22 tahun
- Bayi kembar lahir 2 Juli
- Kadar AMH istri sangat rendah (0,1)
- Dokter dr. Benediktus A bagikan kisah viral
- Menginspirasi pasangan lain
Penantian 22 Tahun Berakhir Bahagia
Kisah ini dibagikan oleh Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fertilitas, dr. Benediktus A, MPH, Sp.OG(K), melalui akun media sosialnya.
Dalam unggahannya, dr. Benediktus mengaku tak kuasa menahan air mata saat membantu proses persalinan pasangan tersebut.
“Ya ampun… kali ini aku menjalani operasi dengan mata bengkak penuh air mata. Mungkin salah satu alasan Tuhan memanggilku menjadi dokter kandungan adalah agar aku bisa menjadi bagian dari momen ketika doa, pengetahuan, usaha, dan kuasa-Nya bertemu dalam satu mukjizat,” tulis dr. Benediktus.
Perjuangan di Tengah Keterbatasan
Pasangan Mina dan Yusuf berasal dari Dusun Sumur, Desa Keramat, Sumenep, Madura.
Mereka telah berjuang selama 22 tahun untuk memperoleh keturunan. Berbagai doa, usaha, dan penantian panjang harus dilalui.
Menurut dr. Benediktus, peluang pasangan tersebut untuk hamil sebenarnya sangat kecil. Sang istri memiliki kadar Anti-Müllerian Hormone (AMH) sekitar 0,1, yang menunjukkan cadangan sel telur sangat rendah.
“Harapannya terasa sangat kecil. Namun hari ini Tuhan menunjukkan bahwa tidak ada doa dan usaha yang sia-sia,” ungkapnya.
Momen Emosional di Ruang Operasi
Bayi kembar tersebut lahir pada 2 Juli. Dua bayi itu lahir setelah penantian 22 tahun.
“Ketika tangisan pertama kedua bayi terdengar di ruang operasi, hati saya ikut bergetar. Saya menyaksikan sendiri bagaimana penantian panjang berubah menjadi tangisan syukur,” tulis dr. Benediktus.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim medis Morula IVF Surabaya yang mendampingi proses program bayi tabung (IVF) hingga akhirnya pasangan tersebut berhasil memperoleh buah hati.
Pesan untuk Pasangan yang Masih Berjuang
Dr. Benediktus menegaskan bahwa ia membagikan kisah tersebut bukan untuk mencari pujian, melainkan sebagai penyemangat bagi pasangan lain yang masih berjuang mendapatkan momongan.
“Berbagi cerita ini bukan untuk pamer atau mencari pujian, tetapi untuk membangkitkan harapan. Teruslah berdoa, berjuang, dan jangan menyerah. Tuhan bisa bekerja melalui siapa saja,” pungkasnya.
“Selamat datang, anak-anak yang luar biasa. Kalian lahir dari cinta, kesabaran, dan doa yang sangat panjang,” tulisnya dalam unggahan yang viral di media sosial.







