Berita

7.100 Paket Lebaran Untuk Satgas Kebersihan dan Drainase, Appi Sebut Jasa Mereka Vital bagi Makassar

Avatar of Sulsel Times
1
×

7.100 Paket Lebaran Untuk Satgas Kebersihan dan Drainase, Appi Sebut Jasa Mereka Vital bagi Makassar

Sebarkan artikel ini
7.100 Paket Lebaran Untuk Satgas Kebersihan dan Drainase, Appi Sebut Jasa Mereka Vital bagi Makassar
7.100 Paket Lebaran Untuk Satgas Kebersihan dan Drainase, Appi Sebut Jasa Mereka Vital bagi Makassar. Dok ist.
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Senin, 16/03/2026 — Pemerintah Kota Makassar menyerahkan 7.100 paket Lebaran Idul Fitri kepada Satgas Kebersihan dan Satgas Drainase sebagai bentuk penghargaan atas kerja lapangan mereka yang menjaga kebersihan kota, kelancaran saluran air, dan kenyamanan warga menjelang hari raya.

Ringkasnya…
  • Pemkot Makassar salurkan 7.100 paket Lebaran untuk satgas lapangan
  • Paket diberikan kepada Satgas Kebersihan dan Satgas Drainase se-Kota Makassar
  • Sebanyak 456 paket juga dialokasikan untuk satgas Dinas PU
  • Bantuan hasil kolaborasi Pemkot, Bosowa Peduli, Kalla Group, Bank Sulselbar, FKIJK, Baznas, dan CSR lain
  • Wali Kota Munafri nilai peran satgas sangat penting bagi kebersihan kota dan penurunan genangan
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Paket Lebaran untuk para penjaga layanan kota

Pemerintah Kota Makassar bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menyalurkan 7.100 paket Lebaran bagi petugas lapangan yang selama ini bekerja menjaga kebersihan dan sistem drainase kota.

Penyerahan bantuan ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada pekerja yang setiap hari berada di garis depan pelayanan publik.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan paket yang dibagikan diharapkan dapat menambah kebahagiaan para petugas dan keluarga mereka menjelang Idul Fitri.

“Semoga paket lebaran ini, yang kami berikan dapat menambah kebahagiaan para petugas bersama keluarga menjelang hari raya,” ujar Munafri.

Bagi pemerintah kota, bantuan ini bukan sekadar kegiatan seremonial.

Langkah tersebut juga dimaknai sebagai pengakuan atas kerja nyata para satgas yang membuat wajah kota tetap terjaga di tengah aktivitas harian yang padat.

Ribuan paket itu diperuntukkan bagi Satgas Kebersihan yang setiap hari menangani sampah di lingkungan permukiman dan ruas jalan.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Satgas Drainase yang berperan menjaga aliran air tetap lancar saat curah hujan tinggi.

Dari total bantuan yang dibagikan, sebanyak 456 paket juga dialokasikan untuk satgas dari Dinas Pekerjaan Umum.

Kelompok ini dinilai punya peran penting dalam menjaga infrastruktur dasar kota agar tetap berfungsi saat masyarakat menjalankan aktivitas.

Kolaborasi banyak pihak

Program pembagian paket Lebaran ini terlaksana melalui kolaborasi sejumlah pihak.

Pemerintah Kota Makassar menggandeng Bosowa Peduli, Kalla Group, Bank Sulselbar, FKIJK, Baznas, serta dukungan CSR lainnya.

Keterlibatan banyak lembaga menunjukkan bahwa perhatian terhadap petugas lapangan bukan hanya tugas pemerintah semata.

Dukungan dunia usaha dan lembaga sosial memberi pesan bahwa pekerja pelayanan dasar memang layak mendapat perhatian lebih luas.

Munafri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut mendukung program ini.

“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat sehingga kegiatan pemberian paket lebaran bagi para Satgas se-Kota Makassar dapat terlaksana,” katanya.

Menurut dia, bantuan yang terkumpul dari berbagai unsur ini memperlihatkan adanya kepedulian bersama terhadap para pekerja lapangan.

Kolaborasi seperti ini juga dinilai penting untuk memperkuat rasa kebersamaan di bulan Ramadan.

Jasa satgas disebut tak tergantikan

Munafri menegaskan bahwa peran Satgas Kebersihan dan Satgas Drainase sangat vital bagi keberlangsungan pelayanan publik di Kota Makassar.

Ia menilai, banyak hal yang sering luput dari perhatian warga sebenarnya berjalan berkat kerja para petugas lapangan tersebut.

Dari pagi hingga malam, mereka memastikan sampah tidak menumpuk dan saluran air tetap berfungsi.

Mereka pula yang menangani berbagai titik yang rawan tersumbat, terutama saat musim hujan.

Menurut Munafri, hasil kerja satgas bisa langsung dilihat dalam kehidupan sehari-hari warga.

“Karena dari tangan dan keringat Bapak Ibu inilah sampah-sampah yang ada di selokan bisa terangkat, sampah yang berseliweran di jalanan bisa dibersihkan, sampai akhirnya proses pengangkutan sampah dari rumah tangga menuju TPA di Antang dapat berjalan,” kata Munafri.

Pernyataan itu menegaskan bahwa sistem kebersihan kota tidak berdiri sendiri.

Ada banyak pekerjaan fisik yang dikerjakan secara senyap oleh petugas di lapangan agar layanan kota tetap berjalan normal.

Tanpa mereka, tumpukan sampah di selokan, jalan, dan lingkungan padat penduduk berpotensi memicu gangguan yang lebih besar.

Bukan hanya soal kebersihan visual, tetapi juga kesehatan lingkungan dan kenyamanan warga.

Peran drainase saat cuaca ekstrem

Selain kebersihan, Munafri juga memberi perhatian khusus pada kerja Satgas Drainase.

Menurut dia, kelompok ini tetap bekerja di tengah kondisi cuaca yang tidak selalu mudah.

Saat hujan turun deras, petugas drainase harus memastikan aliran air tetap bergerak dan tidak menimbulkan genangan besar di berbagai titik kota.

Ia menyebut, kerja mereka ikut berpengaruh terhadap penurunan frekuensi banjir maupun genangan di Makassar.

“Di tengah derasnya hujan tanpa henti, mereka memastikan alur air bisa berjalan dengan baik. Alhamdulillah, tahun ini frekuensi kebanjiran maupun genangan di Kota Makassar menurun sangat drastis berkat kerja-kerja Satgas,” ucapnya.

Pernyataan ini sekaligus memberi gambaran bahwa pengelolaan drainase bukan pekerjaan musiman.

Petugas harus terus siaga karena perubahan cuaca dan volume sampah di saluran air bisa terjadi kapan saja.

Di lapangan, mereka sering bekerja dalam kondisi basah, berlumpur, dan menghadapi sumbatan yang tidak ringan.

Karena itu, perhatian kepada mereka dinilai penting bukan hanya sebagai penghargaan simbolik, tetapi juga pengakuan atas beban kerja yang mereka hadapi.

Paket Lebaran bukan ukuran utama

Munafri juga menegaskan bahwa kerja keras para satgas tentu tidak bisa dibayar hanya dengan pembagian paket Lebaran.

Namun demikian, perhatian pemerintah kepada petugas lapangan dan keluarga mereka akan terus menjadi bagian dari komitmen Pemkot Makassar.

Pesan ini penting karena menunjukkan bahwa penghargaan kepada satgas tidak berhenti pada momentum Ramadan atau Idul Fitri saja.

Pemerintah ingin membangun hubungan yang lebih manusiawi dengan petugas yang selama ini menopang layanan dasar kota.

Dalam konteks pelayanan publik, petugas kebersihan dan drainase sering menjadi kelompok yang paling cepat terlihat saat masalah muncul.

Ketika jalan kotor, selokan tersumbat, atau genangan meluas, masyarakat biasanya langsung menyoroti kerja mereka.

Padahal di balik itu, ada rutinitas panjang yang dilakukan setiap hari untuk mencegah masalah tersebut membesar.

Karena itu, pemberian paket Lebaran bisa dibaca sebagai bentuk penghormatan terhadap pekerjaan yang sering berlangsung tanpa sorotan.

Bagi para petugas, bantuan seperti ini juga punya arti langsung bagi keluarga mereka menjelang hari raya.

Di saat kebutuhan rumah tangga meningkat, perhatian seperti ini menjadi dorongan moral sekaligus bantuan yang terasa manfaatnya.

Penyaluran 7.100 paket Lebaran kepada Satgas Kebersihan dan Satgas Drainase menunjukkan upaya Pemkot Makassar memberi penghargaan lebih nyata kepada petugas lapangan yang menjaga layanan dasar kota tetap berjalan.

Kolaborasi dengan berbagai unsur swasta, lembaga sosial, dan CSR memperlihatkan bahwa perhatian kepada pekerja pelayanan publik bisa dibangun secara bersama.

Bagi Munafri Arifuddin, kerja para satgas tidak hanya menjaga kota tetap bersih, tetapi juga berkontribusi pada menurunnya genangan dan meningkatnya kenyamanan warga Makassar.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *