Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 14/10/2026 — Sebanyak 55 persen responden yang memilih Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 menyatakan tidak akan memilihnya kembali jika pemilihan umum digelar saat ini.
- 55 persen pemilih Prabowo 2024 tak akan memilihnya lagi bila pemilu digelar saat ini
- Survei CELIOS libatkan 1.122 responden, dirilis virtual Minggu (11/10/2026)
- Skor kinerja Prabowo: 2,8 dari 10 versi ahli, 4,6 versi masyarakat umum
- 75 persen responden stres akibat kebijakan pemerintah, 67 persen karena gaya kepemimpinan
- Gerindra: laporan CELIOS tak berdasar dan dramatis
Temuan itu dirilis Center of Economic and Law Studies (CELIOS) dalam laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Riset yang melibatkan 1.122 responden tersebut memberi penilaian rendah terhadap kinerja pemerintahan.
Berdasarkan penilaian para ahli, kinerja Presiden Prabowo memperoleh skor 2,8 dari 10.
Sementara penilaian masyarakat umum mencapai skor 4,6.
CELIOS juga merekam tekanan psikologis yang dirasakan masyarakat terhadap kebijakan dan kepemimpinan Prabowo.
Sebanyak 75 persen responden mengaku stres akibat kebijakan pemerintah.
Sebanyak 67 persen lainnya menyatakan stres dipicu perilaku dan gaya kepemimpinan presiden.
Selain evaluasi kinerja, laporan CELIOS membahas beban bunga utang, penanganan kebakaran hutan dan lahan, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Laporan itu juga mengusulkan indikator kesejahteraan yang lebih luas, pajak kekayaan bagi kelompok superkaya, dan evaluasi program Kopdes Merah Putih.
Respons Gerindra: Tak Berdasar dan Dramatis
Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menyebut laporan CELIOS memuat tuduhan yang tidak disertai bukti.
Ia mempertanyakan dasar penilaian CELIOS terhadap pemerintah.
“Menuding pemerintah membatasi kebebasan sipil justru mengabaikan fakta bahwa demokrasi di era Prabowo-Gibran tetap berjalan terbuka, di mana kritik konstruktif diterima,” ujar Sugiat dalam keterangan tertulis.
Ia juga mempersoalkan penggunaan hasil survei dan penilaian kelompok yang disebut “Kabinet Bayangan” sebagai tolok ukur kinerja pemerintahan.
“Prabowo dipilih bukan untuk menyenangkan para pengamat di Kabinet Bayangan, tapi untuk masyarakat secara nyata,” tegas Sugiat.
Gerindra turut membantah kritik CELIOS terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan, kebijakan pertahanan, pengelolaan utang, serta pelaksanaan MBG.
Sugiat menilai klaim 75 persen responden mengalami stres akibat kebijakan pemerintah terlalu berlebihan.
Menurut dia, klaim itu mengabaikan upaya pemerintah menjalankan perlindungan sosial serta pembangunan ekonomi.
Sejumlah rekomendasi CELIOS juga menjadi sasaran kritik Gerindra karena dinilai tidak mempertimbangkan kebutuhan pembangunan dan kondisi ekonomi nasional.
Laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran itu dirilis CELIOS secara virtual pada Minggu (11/10/2026).















