Sulseltimes.com Maros, Sabtu, 19/01/2026 — Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan tiga pegawai Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan berada di pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT milik PT Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros saat menjalankan misi pengawasan udara, dan pencarian kini dipimpin Basarnas.
- KKP pastikan tiga pegawai PSDKP berada di pesawat PK-THT
- Pesawat ATR 42-500 IAT menjalankan misi air surveillance di WPPNRI
- Trenggono minta doa dan menyerahkan investigasi ke otoritas berwenang
- IAT revisi jumlah kru menjadi tujuh orang, bukan delapan
- Pencarian intensif dipantau dari Makassar dan dipimpin Basarnas
KKP Pastikan Tiga Pegawai PSDKP Ikut Penerbangan PK-THT
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan keprihatinan atas insiden hilang kontak pesawat yang dioperasikan PT Indonesia Air Transport di wilayah Maros.
“Kami terus terang sedih dan prihatin, dan berdoa yang terbaik untuk para penumpang dan kru pesawat tersebut,” kata Sakti Wahyu Trenggono, Sabtu, 17/01/2026.
Trenggono membenarkan pesawat tersebut dipakai untuk kebutuhan operasional pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, sehingga terdapat logo Kementerian Kelautan dan Perikanan pada badan pesawat.
Ia menjelaskan misi yang dijalankan adalah air surveillance, yakni patroli udara untuk memantau aktivitas kelautan dan perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia atau WPPNRI.
Trenggono mengonfirmasi tiga personel dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan atau PSDKP berada di dalam pesawat.
Tiga pegawai tersebut adalah Ferry Irawan berpangkat Penata Muda Tingkat I.
Pegawai kedua bernama Deden Mulyana berpangkat Penata Muda Tingkat I.
Pegawai ketiga bernama Yoga Naufal.
Pencarian Dipimpin Basarnas, IAT Revisi Jumlah Kru Menjadi Tujuh
Trenggono menyebut operasi pencarian dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di bawah komando Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas.
Informasi terakhir yang diterima KKP dari Kepala Kantor SAR Nasional Makassar menyebut status pesawat masih dalam pencarian hingga pukul 20.20 WITA.
KKP menegaskan operasi pencarian dan investigasi penyebab insiden diserahkan kepada otoritas berwenang, termasuk Basarnas, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, dan Kementerian Perhubungan.
“Jadi, saya mohon doa dari teman-teman semua untuk yang terbaik, segera bisa ditemukan, dan kita bisa tahu persis apa yang terjadi,” kata Trenggono, Sabtu, 17/01/2026.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Indonesia Air Transport Tri Adi Wibowo menyampaikan klarifikasi mengenai jumlah awak pesawat yang sempat simpang siur.
“Dari PT Indonesia Air Transport bahwa kru yang on board ada tujuh,” kata Tri Adi Wibowo, Sabtu, 17/01/2026.
Tri menyatakan informasi delapan orang yang beredar sebelumnya tidak sesuai dengan data terbaru perusahaan.
Manajemen IAT juga mengirim tim khusus ke Makassar untuk memantau proses pencarian dan penyelamatan.
IAT menyebut koordinasi terus dilakukan dengan Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi sambil menunggu perkembangan resmi dari lapangan.
Operasi pencarian menjadi fokus utama untuk memastikan kondisi pesawat serta seluruh kru dan penumpang.
















