Hukum & PeristiwaBerita

25,44 Kg Diduga Kokain Ditemukan di Pesisir Selayar

Avatar of Sulsel Times
1
×

25,44 Kg Diduga Kokain Ditemukan di Pesisir Selayar

Sebarkan artikel ini
Paket diduga kokain yang ditemukan warga di pesisir Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Maret 2026
Barang bukti paket diduga narkotika yang diamankan setelah ditemukan di wilayah pesisir Selayar. Dok ist.
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Senin, 16/03/2026 — Penemuan 25,44 kilogram paket diduga narkoba jenis kokain di sejumlah titik pesisir Kabupaten Kepulauan Selayar membuat aparat memperluas penyelidikan, setelah temuan terbaru satu kilogram dilaporkan warga di Pantai Barat Bontosinde dan seluruh barang bukti kini diamankan untuk pemeriksaan lanjutan.

Ringkasnya…
  • Polres Selayar amankan total 25,44 kilogram paket diduga kokain
  • Temuan terbaru seberat 1 kilogram dilaporkan warga di Pantai Barat Bontosinde
  • Paket diduga narkoba ditemukan nelayan dan warga di sejumlah titik pesisir
  • Penanganan dilakukan bersama Polda Sulsel dan unsur TNI
  • Polisi minta warga pesisir segera lapor bila temukan paket mencurigakan
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Temuan Paket di Pesisir Selayar

Penemuan paket mencurigakan di wilayah pesisir Selayar kembali menambah daftar barang bukti yang kini ditangani aparat.

Polres Kepulauan Selayar menyebut total barang yang telah diamankan mencapai sekitar 25,44 kilogram dan seluruhnya diduga narkotika jenis kokain.

Temuan itu tidak berasal dari satu lokasi saja.

Sebagian paket ditemukan nelayan dan warga di sejumlah titik berbeda di kawasan pesisir pantai Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan mengatakan seluruh barang bukti yang telah ditemukan saat ini sudah berada dalam pengamanan polisi.

“Kami telah mengamankan barang bukti itu dan melakukan interogasi awal terhadap saksi yang menemukan paket tersebut. Selanjutnya barang bukti akan diproses sesuai prosedur untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata AKBP Didid Imawan.

Kasus ini langsung mendapat perhatian serius karena pola penemuan yang berulang di wilayah pantai mengindikasikan adanya dugaan jalur masuk melalui laut.

Dari sisi penanganan, polisi tidak hanya fokus pada pengamanan barang bukti.

Aparat juga mulai menelusuri asal usul paket, pola pergerakannya, hingga kemungkinan keterkaitan antara satu temuan dengan temuan lainnya.

Paket awal ditemukan warga

Temuan terbaru yang menambah daftar barang bukti itu terjadi di wilayah pesisir Pantai Barat Lingkungan Bontosinde, Kelurahan Batangmata, Kecamatan Bontomate.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Jumat malam, 13/03/2026.

Paket yang ditemukan memiliki berat bruto sekitar satu kilogram.

Barang tersebut terbungkus plastik hitam dengan tulisan Bugatti.

Menurut penjelasan kepolisian, paket itu pertama kali ditemukan seorang warga bernama Nuka.

Saat itu ia berjalan dari rumahnya di Dusun Boneria, Desa Barat Lambongan menuju kawasan pesisir sekitar pukul 19.00 WITA.

Di pinggir pantai, saksi melihat tumpukan sampah yang tampak tidak biasa.

Setelah diperiksa lebih dekat, ia menemukan satu bungkusan mencurigakan berisi serbuk putih.

Warga kemudian membawa paket tersebut ke rumah sebelum akhirnya melaporkannya kepada aparat.

“Warga yang menemukan paket tersebut kemudian membawanya ke rumah, dan sekitar pukul 21.00 WITA melaporkan kepada Bhabinkamtibmas Bripka Andi Nuryadin. Informasi tersebut diteruskan kepada Kapolsek Bontomate dan Satresnarkoba Polres Kepulauan Selayar,” ujar Kapolres.

Langkah pelaporan yang cepat itu membuat polisi bisa segera bergerak ke lokasi.

Kapolres bersama Kasat Resnarkoba AKP Suhardiman dan jajaran kemudian mendatangi warga yang menemukan paket tersebut.

Setelah itu, petugas melakukan penyisiran di area penemuan awal untuk memastikan tidak ada paket lain yang tertinggal di sekitar pantai.

Barang bukti satu paket yang diduga kokain itu lalu diamankan ke Mapolres Kepulauan Selayar.

Proses berikutnya diarahkan pada penyelidikan lebih lanjut dan pemeriksaan laboratorium sesuai prosedur.

Total temuan capai 25,44 kilogram

Kapolres menjelaskan temuan satu kilogram di Bontosinde bukan kasus tunggal.

Paket itu justru melengkapi rangkaian penemuan sebelumnya yang lebih dulu ditemukan nelayan dan warga di wilayah pesisir Selayar.

Sebelumnya, aparat menerima laporan adanya 25 paket serupa yang juga diduga narkoba jenis kokain.

Jika digabung dengan temuan terbaru, total berat keseluruhan barang bukti yang kini diamankan mencapai sekitar 25,44 kilogram.

Angka itu menunjukkan skala temuan yang tidak kecil.

Karena ditemukan di beberapa titik berbeda, polisi melihat perlunya penanganan yang lebih terkoordinasi untuk membaca pola sebaran barang.

Dalam banyak kasus penyelundupan lewat laut, paket kerap ditemukan terpisah karena terbawa arus, gelombang, atau terlepas dari titik awal pengiriman.

Karena itu, penyidik tidak hanya memeriksa paket secara fisik.

Mereka juga berusaha memetakan lokasi penemuan dan kemungkinan jalur masuk barang ke perairan Selayar.

Situasi ini membuat wilayah pesisir menjadi titik penting dalam proses pengungkapan jaringan.

Selain nelayan yang rutin beraktivitas di laut, warga yang tinggal dekat garis pantai juga menjadi pihak yang paling mungkin pertama kali menemukan benda mencurigakan.

Itu sebabnya respons masyarakat dinilai sangat menentukan dalam tahap awal penanganan.

Penyelidikan Diperluas, Warga Pesisir Diminta Waspada

Seluruh barang bukti yang telah ditemukan kini diamankan dengan koordinasi lintas institusi.

Polres Kepulauan Selayar menyebut penanganan lanjutan akan dilakukan bersama Polda Sulsel dan unsur TNI.

Koordinasi ini diperlukan karena dugaan masuknya barang melalui jalur laut tidak bisa dilihat sebagai kasus biasa.

Penanganannya membutuhkan pengembangan yang lebih luas, terutama untuk memburu asal kiriman dan kemungkinan jaringan yang terlibat.

Kapolres menegaskan pengungkapan kasus tidak berhenti pada penemuan paket oleh warga.

Aparat ingin menelusuri lebih jauh siapa pihak yang bertanggung jawab dan bagaimana barang itu bisa sampai ke wilayah pesisir Selayar.

Dalam kasus seperti ini, penyelidikan biasanya mencakup analisis rute, pola kemasan, waktu temuan, hingga kemungkinan keterhubungan dengan jaringan penyelundupan antarwilayah.

Polisi juga menilai dukungan masyarakat pesisir sangat penting untuk mempersempit ruang gerak pelaku.

“Saya mengajak seluruh Kapolsek untuk memberdayakan Bhabinkamtibmas bersama masyarakat melakukan penyisiran di sepanjang pantai Selayar. Jika masyarakat menemukan paket mencurigakan diduga narkotika segera dilaporkan kepada pihak kepolisian,” tutur AKBP Didid Imawan.

Ajakan itu menunjukkan bahwa pengawasan garis pantai tidak mungkin hanya dibebankan kepada aparat.

Wilayah pesisir Selayar yang luas membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat di lapangan.

Model pengawasan bersama dinilai lebih efektif, terutama ketika barang ditemukan dalam kondisi terdampar atau bercampur dengan sampah laut.

Koordinasi dengan Polda Sulsel dan TNI

Dalam penanganan lanjutan, Polres Selayar tidak bekerja sendiri.

Kapolres memastikan barang bukti dan hasil temuan lapangan telah dikoordinasikan dengan Polda Sulsel serta unsur TNI.

Langkah ini penting untuk memastikan penyelidikan berjalan dengan standar yang lebih kuat dan mampu menjangkau kemungkinan jaringan yang lebih besar.

Dugaan jalur laut sebagai pintu masuk juga menjadi alasan kenapa koordinasi antarinstansi dianggap krusial.

Sebab, pengawasan laut dan wilayah pesisir memerlukan pertukaran informasi yang cepat.

Dengan pola penemuan di beberapa titik, aparat perlu mencocokkan waktu, lokasi, dan karakteristik paket yang ditemukan.

Tujuannya agar bisa diketahui apakah seluruh paket berasal dari satu sumber yang sama atau justru dari beberapa jalur berbeda.

Kasat Resnarkoba Polres Kepulauan Selayar AKP Suhardiman menambahkan bahwa pihaknya masih terus mendalami asal usul barang tersebut.

Penyelidikan juga diarahkan untuk melihat kaitannya dengan temuan-temuan sebelumnya di wilayah pesisir Selayar.

Artinya, fokus aparat saat ini tidak lagi semata pada barang bukti yang sudah ditemukan.

Yang lebih penting adalah membongkar rantai peredaran dan jalur distribusi yang diduga melibatkan wilayah laut.

Polisi siapkan apresiasi untuk warga pelapor

Selain meminta warga segera melapor, kepolisian juga menyiapkan bentuk apresiasi bagi masyarakat yang membantu menemukan dan menyerahkan paket mencurigakan.

Langkah ini dimaksudkan untuk mendorong partisipasi publik dalam upaya pemberantasan narkotika.

Polisi ingin membangun pesan bahwa warga yang melapor justru dilindungi dan diapresiasi, bukan takut terlibat masalah.

Pendekatan seperti ini penting di daerah pesisir.

Tidak semua warga paham bagaimana harus bertindak ketika menemukan paket asing yang terbawa ombak atau tersangkut di bibir pantai.

Karena itu, ajakan untuk tidak menyimpan sendiri barang temuan dan segera menyerahkannya ke polisi menjadi bagian penting dari pencegahan.

“Ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden dalam pemberantasan narkoba. Mari kita tunjukkan bahwa Polres Selayar bersama masyarakat mampu mencegah penyalahgunaan dan penyelundupan narkotika di wilayah ini,” kata Kapolres.

Pesan ini sekaligus menegaskan bahwa perang terhadap narkotika tidak cukup hanya lewat penindakan.

Pencegahan di tingkat warga juga menjadi benteng awal yang sangat menentukan.

Semakin cepat paket mencurigakan dilaporkan, semakin besar peluang aparat mengamankan barang bukti dan menelusuri sumbernya.

Penemuan total 25,44 kilogram paket diduga kokain di sejumlah pesisir Selayar menjadi alarm serius bagi aparat dan masyarakat tentang potensi jalur penyelundupan narkotika melalui laut.

Temuan terbaru satu kilogram di Pantai Barat Bontosinde memperkuat dugaan bahwa wilayah pesisir perlu pengawasan lebih ketat, terutama dengan melibatkan warga, nelayan, dan aparat di tingkat lokal.

Dengan koordinasi bersama Polda Sulsel dan unsur TNI, polisi kini tidak hanya fokus mengamankan barang bukti, tetapi juga memburu asal usul paket dan kemungkinan jaringan di balik temuan besar tersebut.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *