Sulseltimes.com Makassar, Selasa, 20/01/2026 — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membuka Workshop on Managing Child Health for Healthcare Workforce yang digelar Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) bersama Kementerian Kesehatan melalui Poltekkes Makassar di The Rinra Hotel.
- APEC dan Poltekkes Makassar gelar lokakarya kesehatan anak 20–22 Januari 2026 di Makassar
- Delegasi 6 negara hadir luring dan 3 perwakilan lain mengikuti daring
- Munafri sebut Makassar berpenduduk sekitar 1,4 juta jiwa di 15 kecamatan dan 153 kelurahan
- Kematian ibu turun 19 kasus pada 2024 menjadi 13 pada 2025, kematian bayi turun 198 menjadi 185
Forum internasional tiga hari pada 20 sampai 22 Januari 2026 ini menghadirkan delegasi enam negara secara luring dan tiga perwakilan lain secara daring untuk berbagi praktik baik pengelolaan kesehatan anak di kawasan Asia Pasifik.
Munafri menilai agenda ini strategis karena Makassar menghadapi tantangan layanan kesehatan perkotaan dengan populasi sekitar 1,4 juta jiwa, sekaligus membutuhkan rekomendasi konkret yang bisa diterapkan pada layanan primer.
Makassar jadi tuan rumah, isu layanan kesehatan anak jadi fokus kolaborasi
Munafri menyampaikan apresiasi karena Makassar dipilih sebagai tuan rumah kegiatan internasional APEC yang mempertemukan tenaga kesehatan dan pembuat kebijakan lintas negara.
Ia menilai lokakarya ini membuka ruang merumuskan solusi bersama untuk memperkuat layanan kesehatan anak di kota besar yang pertumbuhan penduduknya menekan kapasitas layanan.
“Kota Makassar memiliki sekitar 1,4 juta penduduk yang tersebar di 15 kecamatan dan 153 kelurahan,” kata Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar, Selasa, 20/01/2026.
Munafri menegaskan arah pembangunan daerah tidak semata mengejar pertumbuhan ekonomi.
“Kami tidak hanya menginginkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pertumbuhan kesehatan yang kuat bersama seluruh komunitas,” kata Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar, Selasa, 20/01/2026.
Ia menyebut penguatan kesehatan anak penting karena menjadi fondasi kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Kegiatan ini diikuti delegasi Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam yang hadir langsung.
Perwakilan dari Meksiko, Jepang, dan Chinese Taipei mengikuti rangkaian lokakarya secara daring.
Data fasilitas dan angka kematian jadi perhatian, Poltekkes dorong rekomendasi aplikatif
Munafri memaparkan ketersediaan fasilitas kesehatan di Makassar yang disebut mencakup 47 puskesmas dan 35 puskesmas pembantu.
Ia juga menyebut terdapat 214 klinik, satu rumah sakit umum daerah, serta total 52 rumah sakit umum.
Munafri menekankan kebutuhan data tenaga kesehatan yang akurat, terstandarisasi, dan mutakhir untuk memperkuat sistem layanan.
Ia turut menyoroti angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi tantangan pada akses, kualitas, dan keterjangkauan layanan.
Data yang disampaikan menunjukkan kematian ibu pada 2024 sebanyak 19 kasus dan turun menjadi 13 kasus pada 2025.
Angka kematian bayi pada 2024 tercatat 198 kasus dan turun menjadi 185 kasus pada 2025.
Munafri berharap lokakarya ini memperkuat jejaring lintas negara dan menghasilkan rekomendasi yang bisa diadaptasi untuk kebutuhan Makassar.
“Kami berharap lokakarya ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa kami terapkan di Makassar,” kata Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar, Selasa, 20/01/2026.
Direktur Poltekkes Makassar Rusli menyatakan lokakarya menjadi ruang peningkatan kapasitas tenaga kesehatan mulai dokter, perawat, bidan, hingga pembuat kebijakan.
“Melalui pertukaran praktik terbaik, diskusi mendalam, dan pemanfaatan teknologi, kami berharap lokakarya ini mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif untuk memperkuat sistem kesehatan primer di masing-masing negara,” kata Rusli, Direktur Poltekkes Makassar, Selasa, 20/01/2026.
Bagi Makassar, forum ini berpotensi mempercepat adopsi pendekatan berbasis bukti pada layanan primer, terutama di puskesmas dan jejaring rujukan.

















