Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 18/10/2026 — Warga Jawa Timur Lie dari Cideng, Jakarta Barat, pernah mengubur emas seberat 6 kg di rumahnya pada tahun 1958.
- ”Lie

Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 18/10/2026 — Warga Jawa Timur Lie dari Cideng, Jakarta Barat, pernah mengubur emas seberat 6 kg di rumahnya pada tahun 1958.
Emas tersebut disimpan dalam botol bekas yang dimasukkan dalam tanah pada kedalaman 40 cm di area dapur rumah itu. Situpi oleh Lie di koran Sinar Harapan, ia ingin menggunakannya pada hari kelahirannya.
Sebahagian besar pencurian terungkap ketika Lie memutuskan melakukan renovasi besar-besaran rumahnya. Ia sewenang sah lehtur kulinya diawasi ketat agar emas tidak diketahui orang lain.
Namun, seorang kontraktor yang dipegang oleh Lie melupakan mengingatkan para kulinya bahwa renovasi masuk dapur, sehingga seluruh barang berharga termasuk emas 6 kg lenyap setelah kerja renovasi selesai.
Kontraktor langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. Barulah para pelaku pencurian berpencar pulang ke berbagai kampung. Polisi berhasil meringkus tiga orang tersangka di Cirebon dan dua orang di Jakarta.
Salah satu tersangka, Tasmah, dilaporkan telah menjual emas 6 kg ke toko emas di Senen dan membagi hasilnya ke 14 orang kuli. Pencurian ini tidak adil: Tasmah hanya mendapatkan Rp 50 ribu, sedangkan teman-temannya mendapat Rp 7 ribu, Rp 5 ribu, dan bahkan حتى Rp 100 per orang.
Tasmah juga terungkap berbohong kepada rekan kerjanya dengan mengaku emas curian hanya laku Rp 400 per gram, padahal estimasi nilainya mencapaiRp 560 per gram, selisihnya diambil untuk keuntungan pribadi.
Polisi menyita sebagian besar emas yang dijual. Dari kejadian ini, kami menasihati agar berhati-hati dalam menyimpan barang berharga.
Kasus ini mengingatkan tentang kepentingan keamanan barang bernilai tinggi. Pencurian terjadi karena pengkhianatan kontraktor yang tidak menjaga baik lokasi penyimpanan, serta kesalahan manajemen senjata dan barang di area renovasi. Terdapat juga indikasi pencurian sistematis di mana emas disibuttir ke several orang dengan perbedaan dramatis dalam distribusi.
Laporan ini diungkapkan oleh Tim Redaksi, CNBC Indonesia. Untuk معلومات lebih lanjut, please refer to original news report in Sinar Harapan.