banner DPRD Makassar 728x90
Berita

Wali Kota Makassar Minta TP PKK dan Camat Jaga Keharmonisan Keluarga Demi Generasi Emas 2045

Avatar of Sulsel Times
0
×

Wali Kota Makassar Minta TP PKK dan Camat Jaga Keharmonisan Keluarga Demi Generasi Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Makassar memberikan sambutan di depan pengurus TP PKK dan camat se-Kota Makassar di Baruga Anging Mamiri, Jumat 13 Februari 2026
Wali Kota Makassar memberikan sambutan di depan pengurus TP PKK dan camat se-Kota Makassar di Baruga Anging Mamiri, Jumat 13 Februari 2026. Dok ist.
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Gowa, Selasa, 14/02/2026 — Pembina TP PKK Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya dukungan keluarga bagi camat serta peran strategis TP PKK dan Bunda PAUD dalam membentuk generasi emas 2045 melalui ketahanan rumah tangga dan pendidikan anak usia dini.

Ringkasnya…
  • Munafri Arifuddin tekankan komitmen kinerja camat dan dukungan keluarga
  • Istri camat diminta jadi motor penggerak TP PKK di tingkat kecamatan
  • Wali kota ingatkan potensi kesalahpahaman rumah tangga akibat media sosial
  • PKK dan Bunda PAUD disebut fondasi pembentukan generasi emas 2045
  • Komunikasi dinilai kunci menjaga keharmonisan rumah tangga para pegawai
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

banner DPRD Makassar 728x90

Pesan Wali Kota untuk TP PKK dan Camat

Sulseltimes.com, Gowa, Selasa, 14/02/2026 — Pembina Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Kota Makassar yang juga Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan sederet pesan bernuansa pembinaan keluarga dan kinerja kepada para camat serta ketua TP PKK.

Momen tersebut berlangsung pada pelantikan Ketua TP PKK se-Kota Makassar di Baruga Anging Mamiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat, 13/02/2026.

Dalam sambutan pembuka, Munafri menyinggung perjanjian kinerja para camat yang baru saja ditandatangani dan menekankan bahwa dokumen tersebut akan sangat menentukan perjalanan karier mereka di masa depan.

Ia mengingatkan, komitmen yang tertuang di atas kertas harus diwujudkan dalam kinerja nyata di lapangan, bukan sekadar formalitas administrasi.

Pada acara itu, hadir pula Ketua TP PKK Kota Makassar sekaligus Ketua Dekranasda dan Bunda PAUD Kota Makassar Periode 2025–2030, Melinda Aksa, bersama seluruh camat se-Kota Makassar.

Istri Camat Diminta Jadi Penopang Kinerja

Di hadapan para kader PKK yang didominasi ibu-ibu, Munafri menyampaikan harapan agar istri camat yang tergabung dalam TP PKK dapat menjadi penopang utama target kerja suami di wilayah masing-masing.

Ia menilai, keberhasilan program kecamatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan camat memimpin birokrasi, tetapi juga oleh dukungan keluarga yang kuat di rumah.

“Saya berharap ibu-ibu PKK ini menjadi supporting utama dalam kegiatan bapak camat ke depan,” ujar Munafri di hadapan para tamu undangan.

Ia menyadari camat berhadapan dengan banyak persoalan di lapangan, mulai dari urusan pelayanan publik hingga dinamika sosial di masyarakat.

Karena itu, ia secara khusus meminta agar para istri tidak menambah beban psikologis suami dengan masalah rumah tangga yang sebenarnya bisa diselesaikan lewat dialog.

Waspadai Dampak Media Sosial terhadap Rumah Tangga

Di sesi selanjutnya, Munafri menyinggung fenomena media sosial yang kerap memicu kesalahpahaman dalam rumah tangga, terutama bagi pejabat yang sering tampil di ruang publik.

Ia mencontohkan, kemunculan foto-foto kegiatan dinas di berbagai kanal digital kerap memunculkan pertanyaan yang berulang-ulang di rumah, mulai dari siapa yang hadir hingga konteks acara.

Menurutnya, kondisi tersebut bisa memicu salah paham bila tidak dibarengi rasa saling percaya dan komunikasi terbuka antara suami dan istri.

Munafri lalu mengajak para ibu PKK untuk lebih lapang dada, memberikan ruang bagi camat menjalankan tugas tanpa dicurigai berlebihan terkait aktivitas kedinasan.

“Relakan camat bekerja, saya yakin mereka tidak akan mempertaruhkan jabatan dan nama baik hanya untuk bermain-main dalam pekerjaannya,” ucap Munafri yang disambut tawa dan tepuk tangan peserta.

Keluarga sebagai Fondasi Generasi Emas

Munafri kemudian mengaitkan tema keharmonisan keluarga dengan upaya menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 yang dimulai dari lingkungan rumah.

Ia menegaskan, keluarga menjadi titik awal pembentukan karakter, sikap, dan kualitas generasi muda, sehingga perlu dibangun di atas pondasi saling mendukung, saling mengerti, dan saling memahami.

Menurutnya, keutuhan keluarga dapat tercermin dari kemesraan dan kedekatan yang sengaja diperlihatkan orang tua di hadapan anak-anak.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan peran strategis TP PKK dan Bunda PAUD sebagai garda terdepan pemantau tumbuh kembang anak.

Munafri menyoroti pentingnya teladan orang tua, pola asuh yang baik, serta pemberian makanan bergizi seimbang agar anak tumbuh sehat dan siap menjadi bagian dari generasi emas.

“PKK bersama Bunda PAUD saya harapkan menjadi fondasi awal yang kuat untuk menciptakan generasi emas di tahun 2045 dan tahun-tahun mendatang, karena semuanya dimulai dari keluarga,” tutur Munafri.

Komunikasi Jadi Kunci Jaga Keharmonisan

Menjelang akhir sambutan, Munafri mengakui bahwa tidak ada rumah tangga yang benar-benar bebas dari persoalan, termasuk keluarga para aparatur pemerintah.

Namun, ia menekankan bahwa setiap konflik dapat diredam jika suami dan istri memegang komitmen berkomunikasi secara jujur dan terbuka.

Ia menyampaikan, pesan serupa kerap ia ulangi dalam berbagai pertemuan bersama kader PKK maupun istri-istri pegawai di jajaran Pemerintah Kota Makassar.

“Tidak ada rumah tangga tanpa persoalan, tetapi komunikasi adalah kunci utama,” pungkasnya.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow
banner Pemerintah Kota Makassar 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *