Sulseltimes.com Makassar, Selasa, 20/01/2026 — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyiapkan dana operasional kebencanaan Rp2,5 miliar untuk mendukung rangkaian pencarian pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
- Pemprov Sulsel siapkan dana operasional kebencanaan Rp2,5 miliar
- Dana dipakai untuk logistik harian, operasional, dan dukungan teknis tim pencari
- Tim kebencanaan dan tim kesehatan diturunkan lengkap dengan ambulans
- Operasi pencarian berlangsung di Gunung Bulusaraung, Pangkep, wilayah Maros-Pangkep
- “Dan tentu kita akan terus melakukan pencarian semaksimal mungkin,” kata Andi Sudirman
Anggaran itu diarahkan untuk kebutuhan pengerahan personel lintas unsur, termasuk logistik harian, operasional lapangan, serta dukungan teknis selama proses pencarian berlangsung.
“kami alokasikan sekitar Rp2,5 miliar bantuan kebencanaan dalam pengerahan personel pencarian ATR 42-500,” kata Andi Sudirman Sulaiman, Selasa, 20/01/2026.
Dana operasional untuk jaga ritme pencarian dan keselamatan petugas
Gubernur menjelaskan pembiayaan tersebut mencakup pemenuhan logistik harian personel, kebutuhan operasional di lapangan, dan dukungan teknis lain yang diperlukan sepanjang operasi berjalan.
Menurutnya, kelancaran logistik menentukan apakah pencarian bisa dilakukan secara berkelanjutan dan tetap efektif, terutama ketika tim bekerja di medan pegunungan.
Pemprov Sulsel juga menurunkan tim kebencanaan dan tim kesehatan ke lokasi dengan ambulans serta sarana pendukung lain untuk menguatkan aspek keselamatan dan layanan medis bagi personel.
Langkah ini disebut sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah agar seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pencari hingga tenaga pendukung, memiliki perlindungan memadai dari sisi kesehatan, keselamatan kerja, dan ketersediaan kebutuhan dasar.
“dan tentu kita akan terus melakukan pencarian semaksimal mungkin,” kata Andi Sudirman Sulaiman, Selasa, 20/01/2026.
Implikasi lokal Sulsel, koordinasi lintas wilayah dan kesiapan layanan darurat
Untuk Sulawesi Selatan, dukungan anggaran seperti ini penting karena operasi SAR skala besar biasanya menuntut mobilisasi personel lintas instansi dan lintas kabupaten, khususnya ketika titik pencarian berada pada koridor Maros-Pangkep.
Di lapangan, ketersediaan logistik dan layanan kesehatan bukan sekadar pelengkap, melainkan penentu daya tahan operasi ketika pencarian memerlukan waktu panjang, perubahan cuaca cepat, dan akses terbatas.
Bagi pemerintah daerah, penyiapan anggaran operasional juga menjadi sinyal bahwa keputusan teknis tim SAR harus ditopang administrasi yang lincah, sehingga penambahan personel, pergeseran sektor pencarian, dan penguatan fasilitas posko dapat dilakukan tanpa jeda panjang.
Rp2,5 miliar yang dialokasikan Pemprov Sulsel diarahkan untuk menjaga ritme operasi, melindungi petugas, dan memastikan kebutuhan dasar di medan pencarian terpenuhi.

















