Sulseltimes.com, Jumat, 09/10/2026 — Rocky Gerung menanggapi kritik atas keputusannya menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dengan menyebut para pengkritiknya akan meminta maaf dalam 10 tahun mendatang.
- Rocky Gerung menjawab kritik atas pilihannya masuk Wantimpres
- Ia menyebut pengkritiknya akan meminta maaf dalam 10 tahun
- Rocky menegaskan jabatan tidak mengubah sikap kritisnya
- Ia menilai kedekatan dengan kekuasaan menjadi ujian integritas
“Tunggu aja 10 tahun lagi mereka minta maaf ke gue,” kata Rocky dalam perbincangan bersama Akbar Faizal, sebagaimana diberitakan AFU.id pada Jumat (9/10/2026).
Perbincangan tersebut membahas keraguan terhadap independensi Rocky setelah masuk ke lingkungan Istana.
Tayangan podcast Akbar Faizal Uncensored itu dipublikasikan pada Kamis (8/10/2026), sebagaimana diumumkan kanal AFU.
Rocky menolak anggapan bahwa menerima jabatan berarti menyerahkan kebebasan berpikir kepada penguasa.
Ia menyatakan tetap mempertahankan sikap kritis meski kini berada lebih dekat dengan pusat pemerintahan.
Kedekatan dengan Kekuasaan Jadi Ujian Integritas
Rocky menilai integritas seseorang justru diuji ketika berhadapan langsung dengan kekuasaan.
“Pada akhirnya ujian tertinggi dari integritas orang adalah dempet di kekuasaan,” ujar Rocky dalam tayangan tersebut, dikutip dari Warta Ekonomi.
Dalam penjelasannya, Rocky menanggapi kekhawatiran bahwa orang yang masuk pemerintahan akan kehilangan keberanian menyampaikan kritik.
Ia juga menyinggung pengalaman sejumlah tokoh lembaga swadaya masyarakat yang pernah masuk ke lingkungan pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Menurut Rocky, kehadiran mereka tidak serta-merta mengubah kultur kekuasaan.
Ia menyatakan tidak ingin mengulangi pola tersebut dan menegaskan bahwa jabatan tidak akan mengubah cara berpikirnya.
Ingin Menyampaikan Kritik Langsung kepada Presiden
Rocky membedakan perannya di Wantimpres dengan posisi menteri dalam kabinet.
Menurutnya, kedudukan sebagai pemberi pertimbangan memungkinkan dirinya menyampaikan pandangan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dalam laporan Suara.com mengenai perbincangan yang sama, Rocky menyatakan kedekatan itu membuat masukannya bisa disampaikan tanpa perantara.
Ia juga menyebut anggota Wantimpres dapat memberikan catatan kepada presiden secara individual.
Secara terpisah, Rocky kembali menanggapi kekecewaan pendukung seusai rapat pleno Wantimpres di Kementerian Sekretariat Negara, Kamis (8/10/2026).
“Itu artinya mantan masih mantau,” kata Rocky, sebagaimana dilaporkan Suara.com.
Rocky menyatakan akan tetap mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilainya menyimpang dari kepentingan publik.







