Sulseltimes.com, Makassar, Jumat, 13/03/2026 — Preservasi Jalan MYC Paket 6 Sulsel untuk periode 2026-2027 mulai dimatangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui pembahasan sinkronisasi perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proyek jalan provinsi di sejumlah daerah.
- Pemprov Sulsel membahas sinkronisasi proyek Preservasi Jalan MYC Paket 6 untuk 2026-2027
- Paket ini mencakup 20 ruas strategis sepanjang 157,49 kilometer di 9 kabupaten dan kota
- Koridor yang ditangani meliputi wilayah utara, tengah, selatan, hingga kawasan metropolitan Sulsel
- Lingkup pekerjaan tidak hanya konstruksi fisik tetapi juga DED, SMKK, dan pemeliharaan pascakonstruksi
- Pembiayaan proyek bersumber dari APBD Sulsel 2026 dan 2027 melalui skema kontrak tahun jamak
Program ini disiapkan sebagai paket pekerjaan konstruksi terintegrasi untuk menjaga kualitas jaringan jalan provinsi tetap mantap, dengan cakupan 20 ruas strategis sepanjang 157,49 kilometer di sembilan kabupaten dan kota.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Andi Ihsan menegaskan pembahasan lintas perangkat daerah penting dilakukan sejak awal agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan terukur, efisien, dan sesuai target pembangunan infrastruktur provinsi.
Sinkronisasi Proyek Mulai Dimatangkan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai mematangkan pelaksanaan proyek preservasi jalan melalui skema Multi Years Contract atau MYC Paket 6.
Fokus pembahasannya tidak hanya pada pekerjaan fisik, tetapi juga pada kesesuaian perencanaan, eksekusi di lapangan, hingga pola pengawasan agar proyek tidak bergeser dari target awal.
Langkah ini penting karena proyek jalan dengan model tahun jamak membutuhkan konsistensi sejak tahap awal.
Jika perencanaan, teknis, dan pengawasan tidak selaras, pekerjaan di lapangan berisiko terlambat atau tidak sesuai kebutuhan koridor yang ditangani.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Andi Ihsan menyebut pembahasan yang dilakukan menjadi bagian dari upaya menyatukan arah kerja lintas pihak.
Menurut dia, koordinasi yang rapi dibutuhkan agar proyek preservasi jalan bisa berjalan efektif dari awal sampai akhir.
“Pembahasan yang dilaksakan hari ini salah satunya bagian dari menyelaraskan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan penanganan Preservasi Jalan Multi Years Contrak Paket 6,” kata Andi Ihsan, Kamis, 12/03/2026.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa pemerintah provinsi tidak ingin proyek hanya fokus pada pembangunan fisik.
Ada perhatian pada tata kelola proyek secara menyeluruh, termasuk kontrol mutu dan kesinambungan pekerjaan selama masa kontrak berjalan.
Cakupan 20 Ruas di 9 Daerah
Andi Ihsan menjelaskan MYC Paket 6 akan mencakup penanganan 20 ruas jalan provinsi dengan total panjang 157,49 kilometer.
Sebaran proyek ini menjangkau sembilan kabupaten dan kota yang memiliki posisi penting dalam konektivitas antarwilayah di Sulawesi Selatan.
Daerah yang masuk dalam cakupan tersebut meliputi Luwu.
Toraja Utara.
Tana Toraja.
Jeneponto.
Bantaeng.
Pinrang.
Maros.
Palopo.
Dan Makassar.
“Preservasi Jalan Multi Years Contrak Paket 6 di Sulawesi Selatan mencakup perbaikan 20 ruas strategis sepanjang 157,49 km di 9 kabupaten/kota, termasuk Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Jeneponto, Bantaeng, Pinrang, Maros, Palopo, dan Makassar,” ujar Andi Ihsan, Kamis, 12/03/2026.
Cakupan ini memperlihatkan bahwa proyek tidak terpusat di satu zona.
Pemerintah provinsi membaginya ke wilayah pegunungan, pesisir, hingga perkotaan agar manfaat infrastruktur bisa dirasakan lebih merata.
Ruas yang ditangani juga punya karakter berbeda.
Ada jalur penghubung antarwilayah pegunungan Toraja.
Ada koridor pesisir selatan.
Ada pula akses utama perkotaan dan kawasan penyangga metropolitan Mamminasata.
Pola penanganan seperti ini menunjukkan pendekatan proyek tidak semata berdasarkan panjang ruas.
Yang diperhatikan juga adalah fungsi strategis jalan dalam mendukung mobilitas warga, distribusi barang, dan konektivitas ekonomi daerah.
Pemprov Sulsel menempatkan Paket 6 sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kemantapan jaringan jalan provinsi.
Koridor yang masuk penanganan dinilai memiliki peran penting karena menghubungkan wilayah utara, tengah, selatan, hingga kawasan metropolitan Sulawesi Selatan.
“Paket 6 ini dirancang untuk menjaga dan meningkatkan kemantapan jaringan jalan Provinsi pada sejumlah koridor strategis yang menghubungkan wilayah utara, tengah, selatan, hingga kawasan metropolitan Sulawesi Selatan,” lanjut Andi Ihsan, Kamis, 12/03/2026.
Bagi daerah, jalan provinsi yang mantap bukan hanya soal kenyamanan berkendara.
Jalan yang terpelihara menentukan kelancaran distribusi logistik, akses layanan dasar, waktu tempuh perjalanan, dan biaya angkut barang.
Karena itu, preservasi menjadi langkah yang sama pentingnya dengan pembangunan ruas baru.
Pemerintah provinsi juga menilai pemerataan kualitas infrastruktur harus dijaga di semua wilayah.
Dengan pendekatan ini, daerah yang jauh dari pusat kota tetap mendapat perhatian dalam jaringan konektivitas provinsi.
“Preservasi jalan paket 6 merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga kemantapan jalan provinsi secara merata di seluruh wilayah, agar tetap berfungsi optimal sekaligus mendukung kelancaran aktifitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” jelas Andi Ihsan, Kamis, 12/03/2026.
Pesan tersebut mempertegas bahwa proyek ini dirancang bukan sekadar mengejar output fisik.
Tujuan akhirnya adalah menjaga pergerakan ekonomi dan aktivitas warga tetap lancar dalam jangka panjang.
Lingkup Pekerjaan dan Sumber Anggaran
Paket 6 tidak hanya berisi pekerjaan konstruksi jalan.
Ruang lingkupnya lebih luas karena mencakup tahapan persiapan, perencanaan teknis, pelaksanaan fisik, sampai pemeliharaan pascakonstruksi.
Andi Ihsan menjelaskan pekerjaan dalam paket ini meliputi penyusunan Detail Engineering Design atau DED.
Kemudian pelaksanaan konstruksi fisik dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi atau SMKK.
Lalu pemeliharaan pascakonstruksi untuk menjaga fungsi layanan jalan tetap optimal.
“Secara keseluruhan, lingkup kegiatan dalam paket ini mencakup pekerjaan persiapan, penyusunan Detail Engineering Design (DED), pelaksanaan konstruksi fisik dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), serta pekerjaan pemeliharaan pascakonstruksi. Dari sisi kriteria teknis, pekerjaan diarahkan pada rekonstruksi jalan, pekerjaan berkala, dan pemeliharaan guna memastikan fungsi layanan jalan tetap optimal dalam jangka panjang,” terang Andi Ihsan, Kamis, 12/03/2026.
Dengan model seperti ini, proyek preservasi tidak hanya menambal kerusakan yang sudah terlihat.
Pemerintah berupaya menjaga umur layanan jalan melalui penanganan yang lebih terencana dan berlapis.
Dari sisi pembiayaan, proyek ini bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Selatan tahun anggaran 2026 dan 2027 melalui skema kontrak tahun jamak.
Sejumlah laporan sebelumnya juga menyebut nilai pagu tender Paket 6 mencapai sekitar Rp278.632.760.143, sehingga proyek ini termasuk pekerjaan infrastruktur strategis dengan beban anggaran yang besar dan pengawasan yang harus ketat.
Skema MYC dipilih agar pelaksanaan proyek tidak terputus oleh batas satu tahun anggaran.
Dengan begitu, kualitas pekerjaan diharapkan lebih terjaga dan target penyelesaian bisa diatur lebih realistis.
Preservasi Jalan MYC Paket 6 Sulsel menjadi salah satu proyek penting Pemprov Sulsel untuk menjaga kemantapan jalan provinsi di koridor strategis yang menghubungkan banyak wilayah.
Dengan cakupan 20 ruas sepanjang 157,49 kilometer di sembilan daerah, proyek ini diharapkan memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas warga, dan menopang pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.










